Ciri-Ciri Film Dokumenter Yang Harus Kamu Tahu

Secara umum, film dibagi menjadi 3 jenis, yaitu documenter, fiksi, dan eksperimental. Pembagian ini didasarkan pada cara bertuturnya, yaitu bertutur naratif (cerita) dan cara bertutur non naratif (non cerita) yang mana film fiksi memiliki struktur naratif yang jelas dari awal hingga akhir film.

Film documenter sendiri memiliki konsep realism (nyata) dan berlawanan dengan film-film eksperimental yang memiliki konsep formalism (abstrak) atau surealis. Sedangkan film fiksi sendiri berada tepat di tengah-tengah kedua jenis film di atas.

Ciri Film Dokumenter

Ciri utama film documenter adalah menyajikan sebuah fakta. Dimana film documenter biasanya berhubungan dengan orang, tokoh, peristiwa, dan juga lokasi yang nyata (tak dibuat / dikarang seperti fiksi).

Film documenter sendiri tak menciptakan suatu peristiwa atau kejadian, namun merekam peristiwa yang benar terjadi.

Selain itu, film documenter juga tidak memiliki plot seperti film fiksi namun memiliki struktur yang umumnya didasarkan atas tema atau argument dari sineasnya.

Tokoh protagonist, antagonis, serta konflik juga tak dimiliki oleh film documenter. Hanya saja film ini lebih sering mengangkat isu-isu atau masalah yang sedang hangat diperbincangkan.

Struktur film ini umumnya sederhana sehingga memudahkan penonton memahami dan mempercayai fakta-fakta yang disajikan.

Seperti misalnya film documenter Nanook of the North (1919) yang dianggap sebagai salah satu documenter tertua.

Film documenter juga bisa digunakan untuk berbagi maksud dan tujuan diantaranya untuk menyebarkan informasi atau berita, biografi, pengetahuan, pendidikan, ekonomi, sosial, propaganda, politik, dan sebagainya.

Dalam menyajikan fakta, film documenter bisa menggunakan beberapa metode, yaitu:

1.Merekam Langsung

Film documenter bisa direkam langsung saat peristiwa tersebut terjadi. Produksi dengan menggunakan metode ini bisa selesai dalam waktu singkat bahkan hingga berbulan-bulan dan bertahun-tahun lamanya.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan film dengan metode ini:

  • Lakukan riset

Apa yang kita filmkan ini berhubungan dengan peristiwa yang mungkin tak terulang lagi. Jadi pastikan kalian benar-benar memahami secara mendalam peristiwa tersebut.

  • Selalu siapkan kamera

Kamera ini berguna untuk menangkap momen-momen penting. Ini juga menjadi alasan kenapa banyak pembuat film documenter menggunakan kamera kecil dan sederhana sehingga selalu siap digunakan.

Karena, mereka harus selalu siap menangkap setiap kejadian yang mungkin nantinya berguna untuk mendukung film documenter tersebut.

  • Sediakan penyimpanan yang besar

Kita akan melakukan proses pengambilan gambar selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Jadi, siapkan penyimpanan data untuk membackup data hasil pengambilan gambar.

2.Merekonstruksi Ulang

Film documenter jenis ini menggunakan pengadeganan dan persiapan teknis seperti fiksi. Film jenis ini biasanya tetap berisi wawancara yang menjelaskan secara rinci sebuah peristiwa serta apa yang mereka pikirkan dan rasakan saat itu.

Terkadang, jenis ini menggunakan pelaku asli dalam peristiwa. Bisa  juga menggunakan pemain lainnya yang di arahkan hingga mirip dengan pelaku asli.

Arahan tersebut masih sesuai dengan hasil riset dan wawancara terhadap pelaku asli dalam kejadian diatas.

Film documenter memiliki beberapa karakter teknis yang khas dimana tujuan utamanya adalah mendapatkan kemudahan, fleksibilitas, kecepatan, efektifitas, serta otentitas peristiwa yang direkam. Selain itu, jarang sekali film documenter yang menggunakan efek-efek visual dan music ilustrasi.

Jenis kamera yang digunakan juga umumnya ringan, menggunakan lensa zoom, media perekam digital seperti memory card, perekam suara portable hingga memungkinkan melakukan pengambilan gambar hanya dengan minim kru.

Itulah beberapa informasi mengenai film documenter yang perlu kalian ketahui. Semoga artikel ini bermanfaat.

Tips Membuat Film Dokumenter

Film documenter merupakan film yang mendokumentasikan kenyataan. Istilah documenter sendiri digunakan pertama kali dalam resensi film Moana oleh Robert Flaherty yang ditulis oleh The Moviegoer di New York pada 8 Februari 1926.

Di perancis, istilah ini digunakan untuk semua film non fiksi termasik film mengenai perjalanan dan film pendidikan.

Berdasarkan definisinya, film-film pertama semua adalah film documenter. Mereka merekam hal sehari-hari, misalnya kereta api masuk ke stasiun.

Pada dasarnya, film documenter mempresentasikan kenyataan. Artinya, film documenter menampilkan kembali fakta yang ada dalam kehidupan kita.

Para analisis box office telah mencatat bahwa genre film ini telah semakin sukses di bioskop-bioskop melalui film-film seperti super size me, march of the penguins, dan lain-lain.

Jika dibandingkan dengan film-film naratif dramatic, film ini lebih menarik dan bisa dibuat dengan anggaran yang jauh lebih murah.

Hal ini tentu saja cukup menarik bagi perusahaan-perusahaan film karena hanya dengan rilis bioskop yang terbatas dapat menghasilkan laba yang cukup besar.

Tips Membuat Film Dokumenter Yang Harus Kamu Pahami

Beberapa dari kalian mungkin ingin membuat film sendiri, misalnya film documenter yang pendek. Seperti yang tadi dijelaskan, film documenter merupakan film yang mendokumentasikan peristiwa atau kehidupan yang benar-benar nyata yang dibuat lebih urut dalam durasi sebuah film.

Tentu, ada segala sesuatu hal yang harus kalian perhatikan sebelum membuat film ini. Setidaknya, kalian harus bisa memilih dan memulai terlebih dahulu dari film documenter dengan durasi yang pendek.

Nah, untuk kalian yang berencana membuat film documenter, di bawah ini ada beberapa tips yang harus kalian pahami sebelum membuat film documenter.

1.Tentukan Tema

Sebelum membuat, yang pertama kali harus kalian lakukan adalah menentukan tema film serta menyiapkan konsepnya secara matang.

Tentukan tema film dokuemnter apa yang ingin kalian ambil. Misalnya tentang sejarah, kebudayaan, biografi, atau liburan perjalanan kalian.

Semua itu bisa dijadikan sebagai film documenter.

2.Survey / Riset

Setelah menentukan tema, kalian harus melakukan survey atau riset tempat. Survey ini perlu dilakukan untuk mendapatkan data-data mengenai film yang akan dibuat nantinya.

Namun, selain riset atau survey tempat, kalian juga bisa melakuakn riset dari internet. Namun, jika dirasa kurang puas, melakukan survey langsung akan lebih baik.

Hasil filmnya juga akan kerena maksimal.

3.Kamera

Kamera sudah pasti menjadi salah satu hal terpenting untuk pembuatan film. Untuk membuat video apapun tentu membutuhkan kamera yang digunakan untuk merekam video nantinya.

Mau dari kamera DSLR, Handycam, action cam, sampai dengan kamera HP pun bisa digunakan. Asalkan kamera yang digunakan untuk merekam video nantinya memiliki resolusi untuk mereka video High Definition (HD).

4.Peralatan Pendukung

Selain kamera, kalian juga harus menyiapkan peralatan pendukung, seperti Tripod, battery, memory, hingga charger.

Pasalnya, merekan video film documenter pendek itu harus bisa mengambil adegan-adegan yang pas dan nantinya melalui proses editing.

Jadi, battery, memory, dan charger akan sangat berguna untuk kelangsungan film documenter kalian.

Nah, jika kalian sudah mengerti dan sudah mempersiapkan segala sesuatunya, kalian tinggal melakukan dan membuat film semenarik mungkin.

Jangan lupa juga untuk mengupload hasil kreatvivitas film yang kalian buat atau bisa juga dengan video lainnya.

Semoga artikel ini bermanfaat. Terutama untuk kalian yang ingin membuat film documenter.

Sudah Tau Tujuan Dari Film Dokumenter? Yuk Simak Disini

Film dokumenter adalah film yang mempresentasikan kenyataan. Dengan kata lain, film documenter adalah film yang menampilkan kehidupan sehari-hari secara fakta tanpa adanya rekayasa.

DoKumenter sudah diperkenalkan di Indonesia sejak zaman Belanda. Di Perancis, istilah documenter digunakan untuk semua film non fiksi, termasuk film mengenai perjalanan dan film pendidikan.

Berdasarkan definisi ini, film-film pertama semua adalah film documenter. Mereka merekam hal sehari-hari, misalnya kereta api masuk ke stasiun. Pada dasarnya, film documenter mempresentasikan kenyataan.

Artinya, film documenter berarti menampilkan kembali fakta yang ada dalam kehidupan. Lalu, apa sih tujuan film ini dibuat?

Tujuan Pembuatan Film Dokumenter

Tujuan awalnya adalah sebagai propaganda, namun dalam perkembangannya tujuan film documenter adalah untuk memberikan gambaran mengenai realita kehidupan, dan untuk mengelabui atau memanipulasi suatu realita.

Ada beberapa unsur yang dibutuhkan dalam film documenter, yaitu:

1.Footage

Kita harus memiliki gambar atau footage yang baik, yaitu sebuah bukti visual yang mengajukan pertanyaan tentan film documenter tersebut ke dalam bahasa visual.

Gambar tentang tsunami yang melanda kota Banda Aceh itu memang bagus, namun belum cukup. Sebuah documenter mungkin saja memprofilkan warga Aceh yang memilih bertahan hidup di pinggir pantai, walau tahu bahwa sewaktu-waktu Tsunami bisa saja melanda daerahnya lagi.

2.Ide / Konsep

Kita harus memiliki ide atau konsep yang mengekspresikan sudut pandang karya documenter tersebut.

Wawancara mungkin bisa membantu merumuskan suatu sudut pandang. Namun, waancara itu biasanya merupakan cara yang terlalu berat dan merepotkan dalam suatu documenter, untuk menyampaikan suatu gagasan.

Wawancara semata-mata tidak lantas menjadikannya sebuah documenter. Hal ini karena wawancara tidak menunjukkan topic, namun wawancara hanya menunjukkan orang yang sedang berbicara tentang suatu topic.

3.Struktur

Kita harus mempunyai struktur. Yaitu progresi gambar dan suara secara teratur, yang akan menarik minat audiens, dan menghadirkan sudut pandang dari karya documenter tersebut, sebagai sebuah argument visual.

Misalnya, film documenter The War Room, karya Chris Hegedus dan D.A. Pennebaker, tentang kampanye Bill Clinton tahun 1992, sebelum menjadi presiden AS.

Film ini dibuka dengan serangkaian gambar di daerah pemilihan New Hampshire. Tak ada wawacara dalam film itu.

Yang terlihat adalah interaksi-interaksi, yang menunjukkan apa yang terjadi pada kampanye Clinton saat itu.

Ketika menonton film itu, secara bertahap audiens melihat kampanye Clinton dan akhirnya berhasil mengatasi berbagai hambatan, dalam proses menuju kemenangan.

Hal ini membuat film documenter, atau feature, diawali dengan ide atau gagasan dan berakhir dengan paket yang siap ditayangkan untuk audiens.

Kita seharusnya memandang, pembuatan sebuah documenter pada dasarnya lebih merupakan problem komunikasi, yaitu bagaimana menyampaikan suatu pesan pada audiens. Bukan sebuah problem teknis (peralatan).

Ada berbagai macam film documenter, contohnya documenter perilaku yang menjadikan perilaku manusia sebagai objeknya.

Dengan adanya kamera dan peralatan perekam yang ringan, yang bisa dengan mudah dibawa ke mana saja, dimungkinkan bagi pembuat documenter untuk mengkuti orang dan mengamati perilaku mereka dalam film atau videotape.

Pada hari-hari awal sinema langsung (direct cinema), banyak dilm dibuat tentang orang biasa, yang menjalani kehidupan biasanya. Documenter perilaku sampai saat ini masih banyak dibuat oleh orang-orang.

Itulah penjelasan lengkap mengenai film documenter. Dari tujuan hingga unsur yang dibutuhkan dalam pembuatan film.  Kalian pernah nonton salah satu film documenter?

Fenomena Rokok di Indonesia, Film Dokumenter Yang Mengajarkan Bahayanya Merokok

Rokok merupakan sebuah masalah serius yang harus segera ditangani oleh Pemerintah, selain pemerintah, kesadaran masyarakat akan bahaya rokok serta dampak terhadap diri sendiri dan orang lain harus terus diberikan.

Hal ini berguna untuk dipahami dengan berbagai pendekatan, sehingga bisa dengan mudah dimengerti oleh semua kalangan masyarakat.

Film Lokal: Fenomena Rokok di Indonesia

Saat rokok memiliki banyak peran Sebagai sponsor utama untuk berbagai event-event besar di negara kita, di sinlah tanpa disadari penyalahgunaan rokok menjadi hal yang biasa bagi semua orang.

Iklan rokok juga bisa dengan mudah ditemukan dimana mana dan begitu memprihatinkan.

Saat kampanye anti rokok banyak dilakukan aktivis-aktivis anti rokok di negara Barat yang merupakan negara yang memperkenalkan rokok, di Inodnesia  justru ada banyak iklan rokok dengan ukuran besar.

Kini negara-negara barat di Amerika dan Eropa sadar akan bahaya rokok sehingga pemerintahnya pun mendukung kampanye anti rokok.

Di Amerika sendiri iklan rokok sudah dilangan di tempatkan di tempat umum, sangat berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di Indonesia.

Untuk mendukung kampanye tersebut, di kota New York harga rokok sengaja dijual dengan harga yang sangat mahal karena pajak yang diberikan untuk rokok sangat besar.

Sampai sekarang merokok di tempat umum d Amerika menjadi suatu hal yang memalukan bagi warga negaranya.

Dukungan pemerintah negara barat terhadap kampanye anti rokok inilah yang menyebabkan para pengusaha rokok di negara-negara tersebut melakukan ekspansi usahanya secara besar-besaran ke berbagai negara diluar negara mereka.

Target mereka adalah negara miskin dan negara berkembang yang memang memiliki kesadaran kurang akan bahaya rokok.

Metode pemasaran yang dilakukan di Amerika kini berhasil diterapkan di Indonesia dan mereka berhasil mengeruk untung di negeri kita.

Pilip Morris sebuah perusahaan rokok terbesar dan ternama di dunia membeli saham PT HM Sampoerna.

Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan rokok terbesar yang ada di Indonesia. Beberapa rokok yang dihasilkan oleh perusahaan bernama Philips Morris ini seperti Marlboro.

Perusahaan tersebut gencar melakukan penjualannya di Indonesia pasca menambah saham nya di HM Sampoerna tahun 2005 lalu.

di dalam film ini, digambarkan bahwa menjamurnya iklan rokok di Indonesia bukan hanya terdapat di kota-kota besar di Indonesia, namun sudah merambah ke desa-desa.

Metode pemasaran yang sama persis seperti yang dilakukan di negara-negara Eropa dan Amerika berpuluh tahun lalu.

Menyedihkan bagaimana anak kecil dan remaja yang seharusnya mencetak prestasi dan mengasah bakatnya malah kini asyik menikmati rokok seperti sebuah tradisi.

Orang tuanya juga dengan santainya tidak perduli dengan masa depan anak mereka. Beberapa anak menjawab dengan santai bahwa alasan merokok hanya untuk gaya, pergaulan, dan untuk disebut “Macho”? sebuah pemahaman yang tak masuk akal.

Peredaran rokok di negara ini juga dilegalkan untuk dibeli oleh anak-anak sekolah yang berumur kurang dari 18 tahun.

Dalam film tersebut ada seorang pedagang kaki lima yang menjual rokok tepat di depan sekolah bahkan pihak sekolah pun tak peduli.

Pedagang kaki lima tersebut juga mengakui bahwa yang paling banyak membeli adalah anak sekolah. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa perhatian pemerintah terhadap pengimpangan target pemasaran rokok tak ada sama sekali.

Sekitar 70% pria di Indonesia menghisap rokok, sebuah angka yang menakjubkan dan merupakan lahan yang sangat menguntungkan bagi sebuah industry rokok.

Tak heran industry rokok semakin melonjak dan semakin marak dengan keluarnya merek-merek baru.

Film Dokumenter Grup Korea Terbaik

Perjuangan menjadi seorang idol KPop tidaklah main-main. sebelum debut, seorang idol KPop harus menjalani masa trainee terlebih dahulu selama bertahun-tahun.

Setelah debut pun idol KPop harus terus berjuang agar bisa mendapatkan popularitas dan mampu bersaing dengan idol KPop lainnya.

Film Dokumenter Grup KPop

Karena itu, kesuksesan seorang idol juga merupakan suatu hal yang sangat membanggakan. Dari kesuksesan seorang idol KPop itu, ada juga yang dijadikan sebuah film documenter agar semua orang bisa melihat perjuangan mereka.

Nah, untuk kalian yang penasaran dengan perjuangan mereka selama menjadi trainee, yuk tonton lewat film-film berikut

1.BIGBANG MADE The Movie

BIGBANG MADE The Movie merupakan film documenter BIGBANG untuk merayakan hari jadi debut mereka yang ke 10 tahun. Film ini sendiri di rilis di Korea Selatan dan Jepang pada tanggal 30 Juni 2016.

Sedangkan untuk di Indonesia sendiri, film ini tayang pada 5 Agustus 2016. Filmnya sendiri mengangkat tentang perjalanan tur dunia BIGBANG yang kedua berjudul “MADE”.

Dimana konsernya berlangsung di 32 negara dengan total 66 pertunjukkan dari April hingga Maret 2016 serta mendapatkan penonton sebanyak 1,5 juta.

2.Burn The Stage: The Movie

Film ini merupakan film documenter BTS yang dirilis serentak pada tanggal 15 November 2018 di seluruh dunia dan distribusinya ditangani oleh Trafalgar Releasing.

Filmnya disutradarai oleh Park Jun Soo dan diproduksi oleh Yoon Jiwon. Film ini menampilkan bagaimana BTS di belakang layar saat melakukan tur dunia yang berjudul “The Wings Tour” pada tahun 2017.

Dimana tur dunia itu telah berhasil menarik lebih dari setengah juta penonton di 19 kota berbeda di seluruh dunia.

3.GROW: Infinite’s Real Youth Life

GROW: Infinite;s Real Youth Life merupakan film documenter daro boyband Infinite yang dirilis di Korea Selatan pada 4 Desember 2014.

Saat film itu dirilis, Infinite telah 4 tahun sejak debutnya dan mereka telah melakukan tur dunia ke-11 negara dan 17 kota.

Dalam film documenter ini, menampilkan kehidupan dan sifat asli dari para member Infinite saat dibawah panggung dan juga berbicara tentang hal-hal yang mereka simpan dan bercermin satu sama lain.

4.The Story of CNBlue – Never Stop

The Story of CNBlue – Never Stop merupakan film documenter band CNBlue yang menampilkan para membernya dibalik panggung selama tur dunia, kehidupan mereka di Seoul, dan kegiatan mereka di Jepang.

Film ini dirilis pada 17 Januari 2014, disutradarai oleh Jun Yong Seung yang telah bekerja di Jepang dalam proyek-proyek documenter seperti “NHK Special” dam “Jounetsu Tairiku”.

5.Twiceland

Bukan hanya boyband, girlband group KPop TWICE juga memiliki film documenter yang dirilis ke layar lebar.

Dalam film twiceland ini, menampilkan cuplikan dari tur dunia TWICE “TWICELAND ZONE 2: FANTASY PARK” yang mereka lakukan awal tahun ini.

Dalam film Twiceland juga menampilkan klip yang belum pernah diperlihatkan sebelumnya dari tur internasional TWICE di Singapura, Bangkok, Jakarta, dan masih banyak lagi.

Filmnya sendiri tayang perdana pada 7 December di 50 bioskopo CGV ScreenX di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Itulah 5 film documenter yang menampilkan tentang perjuangan para idol KPop dalam menghibur kita. mereka harus melewati masa-masa yang bisa dibilang sulit dan tidak semua orang bisa melewatinya.

Kamu pernah nonton salah satunya?

Sejarah Film Dokumenter Modern di Indonesia Pada Zaman Kolonialisme

John Grierson merupakan orang Skotlandia yang dipercaya merupakan orang pertama yang memperkenalkan istilah documenter secara ilmiah di Koran New York Sun pada tanggal 8 Februari 1926 dengan kutipan kalimat:

“A Creative Treatment Of Actuality” (perlakuan kreatif terhadap kejadian-kejadian aktual yang ada).

Definisi documenter dalam perjalanannya mengalami perkembangan, sejalan dengan perkembangan film documenter dari masa ke masa mulai dari bentuk yang sederhana hingga menjadi semakin kompleks dengan jenis dan fungsinya yang semakin bervariasi.

Sejarah Film Dokumenter Modern

Pengertian-pengertian film documenter beserta perkembangan penciptaannya juga dipengaruhi oleh ruang lingkup serta dinamika negara, ideology, teknologi, dan masyarakat dunia.

Sama halnya seperti di era 30-an, muncullah teknologi suara yang kemudian berkontribusi terhadap bentuk film documenter dengan teknik narasi dan iringan ilustrasi musik.

Pada era ini, film documenter mendapatkan dukungan secara besar-besaran dari pemerintah dan swasta.

Dukungan tersebut sudah barang tentu berimbas pada produksi film-film documenter secara besar-besaran dan film documenter sendiri juga mulai memiliki kepentingan yang beragam.

Seperti halnya Triump of the Will (1934) sebagai salah satu film yang berpengaruh karya Leni Riefenstahl, yang digunakan sebagai alat propaganda Nazi.

Begitu juga dengan film Olympia (1936) karya Rienfensthal berikutnya, juga memiliki fungsi yang sama dengan memperlihatkan superioritas bangsa aria ketimbang bangsa lain.

Di Amerika sendiri, film documenter di jadikan sebagai jembatan untuk menjawab era depresi besar, dimana pemerintah mendukung para pembuat film documenter melalui medium film di dorong untuk memberikan informasi seputar latar belakang penyebab depresi.

Keberhasilan film tersebut semakin mengukuhkan pemerintahan Amerika untuk mendukung produksi film documenter hingga perang dunia ke dua.

Dimana pemerintah Amerika terus memproduksi film-film propaganda yang mendukung perang bahkan hingga melibatkan pembuat film Hollywood papan atas seperti John Froad, Frank Capra, John Huston dan William.

Mereka diminta oleh pihak militer untuk memproduksi film-film perang dan sama halnya Capra dengan tujuh seri film documenter panjang dengan tajuk Why We Fight (1942 – 1945) dan dianggap sebagai seri film documenter propaganda terbaik yang pernah ada.

Era pasca perang dunia kedua, banyak pembuat film baru bermunculan, para pembuat film documenter senior seperti Flaherty, Vertov, serta gerson sudah tidak lagi produktif.

Kondisi dunia semakin aman dan damai dan semakin memudahkan film-film mereka di kenal dunia internasional.

Satu tendensi yang terlihat adalah documenter makin personal dan perkembangan percepatan teknologi juga memungkinkan mereka untuk melakukan inovasi teknik.

Tema documenter juga semakin meluas dan lebih khusus lagi seperti observasi sosial, etnografi, ekspedisi dan eksplorasi, seni dan budaya dan masih banyak lagi.

Film Dokumenter Indonesia dan Kolonialisme

Sejarah documenter di Indonesia di mulai oleh prakter kelam kolonialisme, Belanda memperkenalkan filmnya pada tanggal 5 Desember 1900 di belakang Hotel Indonesia, Jakarta, lima tahun setelah bioskop pertama lahir di Prancis.

Fil pertama di Indonesia ini adalah sebuah film documenter yang menggambarkan perjalanan Ratu Orlandi dan Raja Hertog Hendrik di kota Den Haag.

Saat itu banyak di produksi film-film documenter yang secara tujuannya di gunakan sebagai media propaganda.

Dalam hal ini film documenter bisa bersifat sebagai media saluran informasi, namun juga bisa memberikan pemahaman yang justru besifat manipulative terhadap fakta yang ada.

Pada 1905, fil Tiongkok mulai masuk melalui China Moving Picture. Dua film Tiongkok pertama adalah Li Ting Lang yang bercerita tentang revolusi di China dan Satoe Perempoean Yang Berboedi.

Di Indonesia sendiri untuk pertama kalinya film ini di produksi di tahun 1926. Selama 1926 – 1931 sebanyak 21 judul film di produksi.

Itulah bagaimana perkembangan film documenter di Indonesia pada zaman kolonialisme. Semoga artikel ini bermanfaat.

Film Dokumenter Bertema Perang Yang Bikin Merinding

Pernah penasaran dengan bagaimana suasana saat perang dunia berlangsung? Walau sudah lewat dari 70 tahun lebih yang lalu, namun nama Perang Dunia selalu diketahui oleh masyakarat.

Ingatan mengenai bencana kemanusiaan terbesar dalam sejarah peradaban manusia tersebutmasih membekas hingga kini.

Karena itu, tak heran apabila banyak tayangan yang membahas mengenai Perang Dunia ke 2. Beberapa bahkan membuat momen ini sebagai sebuah film documenter agar terus terkenang.

Film Dokumenter Bertema Perang

 Nah, untuk kalian yang suka dengan film documenter khususnya yang bertema perang, rekomendasi di bawah ini dijamin bakal bikin kalian merinding saat menontonnya.

1.World War II Behind Closed Doors: Stalin, the Mazis and the West

Film ini termasuk seri documenter mengenai kejadian sebelum hingga usai Perang Dunia II. Serial ini menggambarkan bagaimana sikap tokoh Joseph Stalin, sebagai pemimpin Uni Soviet dari sebelumnya pecah, ketika, dan berakhirnya Perang Dunia II.

Nhamun, serial ini membawa kontroversi yang tidak boleh diungkapkan ke public sebelum jatuhnya komunisme di Uni Soviet.

Film ini sudah disiarkan di BBC / PBs pada tahun 2008, serta terdiri dari 6 episode dengan durasi total 300 menit.

2.Apocalypse: The Second World War

Film ini menjadi salah satu tayangan documenter PD II terbaik yang berasal dari Perancis. Serial ini mengambil gambar langsung kejadian Perang Dunia II yang terjdi di Eropa saat itu. n

Selain itu, seluruh  gambar yang tadinya hitam putih juga  sudah diubah ke gambar berwarna. Serial ini terdiri dari 6 episode yang mengisahkan ke semua footage PD II di Eropa dari awal Jerman menyerang Polandia pada September 1939 hingga berakhirnya PD II di Eropa pada Mei 1945.

Tayangan ini pertama kali muncul pada 20 Agustus 2009 dan berakhir pada 22 September 2009 di channel RBTF. Film ini juga sudah ditayangkan pada channel yang ada di beberapa negara lainnya.

3.Soviet Storm: World War II In The East

Tayangan ini berfokus pada negara Uni Soviet saat masuk ke kancah PD II, setelah diserang oleh Nazi Jerman pada tahun 1941.

Selain itu, di setiap episodenya memberikan gambaran mengenai hal-hal penting yang terjadi di setiap pertempuran.

Sedangkan episode terakhirnya mengisahkan tentang pasukan Soviet yang melawan Jepang setelah selesainya PD II di Eropa.

Serial berbahasa Rusia ini diluncurkan pada tahun 2011 dan terdiri dari 17 episode. Durasi per episodenya sekitar 45 menit.

4.Apocalypse: The Rise of Hitler

Apocalypse: The Rise of Hitler merupakan serial documenter yang memberikan kisah naiknya Adolf Hitler menjadi penguasa Jerman pada 1933 melalui partai Nazi.

Selain itu, film ini juga mengulik berbagai macam lartar belakang dari Adolf Hitler yang mampu membangkitkan negeri Jerman dari depresi ekonomi besar setelah Perang Dunia I.

Seri ini terdiri dari dua episode yang memiliki durasi selama 45 menit. Film ini juga sudah tayang pada tahun 2012.

5.Apocalypse: Stalin

Stalin memberikan kisah naik tahtanya dictator Soviet, Joseph Stalin pada tahun 1924. Serta membawakan cerita mengenai perjuangan pasukan Uni Soviet saat diinvasi Nazi Jerman hingga mampu memenangkan PD II dengan mengalahkan Nazi Jerman.

Mini serinya sudah ditayangkan pada November 2015 yang memiliki 3 episode dengan durasi 45 menit setiap episodenya.

Itulah 5 film documenter dengan tema perang terbaik. Tertark menontonnya?

Film Dokumenter Romantis Ini Bakal Bikin Kamu Baper Abis

Menonton film memang sangat cocok untuk kalian yang ingin santai dan bermalas-malasan di rumah untuk melupakan tugas atau pekerjaan yang menumpuk.

Banyak orang yang menyukai film dengan akhir yang bahagia atau happy ending, namun tak semua film berakhir dengan cerita yang membahagiakan.

Meski begitu, film-film yang berakhir menyedihkan juga tidak akan membuat kalian menyesal setelah menontonnya.

Film Dokumenter Hollywood Romantis Terbaik

Bukan hanya jago membuat film fantasi, fiksi ilmiah, ataupun lainnya, Hollywood juga memiliki film yang sedih dan bisa membuatmu terpana.

Beberapa film benar-benar akan membuatmu hancur, merobek hatimu, dan kisahnya tertanam di otakmu hingga lama.

Film tersebut sangat melankolis hingga akan membuatmu menangis. Penasaran dengan film-film yang dimaksud? Yuk simak di bawah ini.

1.The Fault in Our Stars

Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karangan John Green. Film ini dibintangi oleh Shailene Woodley dan Ansel Elgort.

Film ini mengisahkan tentang cerita dua remaja dengan segala penyakitnya. Hazel Grace, merupakan pengidap kanker dan Augustus Waters merupakan seorang mantan pebasket yang kakinya sudah diamputasi.

Kisah cinta mereka dilewatkan dengan saling mengirimkan pesan singkat, bertukar novel serta menonton film bersama.

Mereka juga pergi ke Amsterdam untuk menemui penulis novel favorit Haze, Van Houten. Di akhir fil, kamu akan disuguhi plot twist yang tak terduga dan bikin kamu nangis semalaman.

2.The Best Of Me

The Best of Me dibintangi oleh James Marsden dan Michelle Monaghan. Menceritakan sosok Dawson Cole dan Amanda Collier yang kembali dipertemukan atas wasiat Tuck, ayah angkat Dawson yang baru saja meninggal dunia.

Berbagai rintangan harus mereka hadapi. Termasuk saat Dawson menjadi tahanan akibat kasus pembunuhan.

Alur kisahnya yang maju mundur membuat kamu harus focus saat menontonnya. Namun, di akhir film, aka nada alur menegangkan dan membuatmu kesal.

3.A Walk to Remember

Diawali dengan kisah seorang pemuda yang menjadi salah satu anggota geng motor SMA bernama Landon Carter yang harus mengikuti ekstrakulikuler. Saat itulah ia bertemu dengan Jamie Sullivan, seorang gadis polos dan sangat agamis. Mereka kemudian saling berpacaran.

Namun, di saat keduanya sudah sangat serius, Jamie mengungkapkan sebuah fakta tentang dirinya. Akhir yang tak terduga akan membuat emosimu bercampur aduk.

4.Me Before You

Film ini merupakan sebuah karya novelis terkenal, Jojo Moyes. Film yang dibintangi oleh Emilia Clarke dan Sam Claflin bermula dari Will, seorang pria berandalan yang sukses menjadi pebisnis.

Di tengah kesuksesannya ia mengalami kecelakaan hebat dan membuat dirinya harus hidup di kursi roda.

Will bertemu dengan Louisa, seorang gadis yang baru saja dipecat dari pekerjaannya. Ia kemudian merawat dan kembali membangkitkan semangat Will.

5.La La Land

Sebuah film besutan Sutradara Damien Chazelle bertemakan komedi romantis musikal dan dibintangi oleh Ryan Gosling dan Emma Stone.

Mereka bertemu di sebuah panggung di Los Angeles dan akhirnya saling jatuh cinta sambil terus mengejar mimpi.

Sebuah kisah seru telah mendapat banyak penghargaan, namun sayangnya di akhir cerita aka nada ending sedih yang membuatmu menitikkan air mata.

6.If I Stay

Film yang dibintangi oleh Chloe Grace Moretz dan Jamie Blackley ini mengangkat sebuah kisah melodramatic.

Kisahnya dimulai dari seorang remaja yang bingung memilih pilihan hidupnya. Ia mencoba menyenangkan diri sendiri atau berhubungan dengan seorang laku-laki.

Itulah 6 film documenter sedih yang bisa kalian tonton.