Fenomena Rokok di Indonesia, Film Dokumenter Yang Mengajarkan Bahayanya Merokok

Rokok merupakan sebuah masalah serius yang harus segera ditangani oleh Pemerintah, selain pemerintah, kesadaran masyarakat akan bahaya rokok serta dampak terhadap diri sendiri dan orang lain harus terus diberikan.

Hal ini berguna untuk dipahami dengan berbagai pendekatan, sehingga bisa dengan mudah dimengerti oleh semua kalangan masyarakat.

Film Lokal: Fenomena Rokok di Indonesia

Saat rokok memiliki banyak peran Sebagai sponsor utama untuk berbagai event-event besar di negara kita, di sinlah tanpa disadari penyalahgunaan rokok menjadi hal yang biasa bagi semua orang.

Iklan rokok juga bisa dengan mudah ditemukan dimana mana dan begitu memprihatinkan.

Saat kampanye anti rokok banyak dilakukan aktivis-aktivis anti rokok di negara Barat yang merupakan negara yang memperkenalkan rokok, di Inodnesia  justru ada banyak iklan rokok dengan ukuran besar.

Kini negara-negara barat di Amerika dan Eropa sadar akan bahaya rokok sehingga pemerintahnya pun mendukung kampanye anti rokok.

Di Amerika sendiri iklan rokok sudah dilangan di tempatkan di tempat umum, sangat berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di Indonesia.

Untuk mendukung kampanye tersebut, di kota New York harga rokok sengaja dijual dengan harga yang sangat mahal karena pajak yang diberikan untuk rokok sangat besar.

Sampai sekarang merokok di tempat umum d Amerika menjadi suatu hal yang memalukan bagi warga negaranya.

Dukungan pemerintah negara barat terhadap kampanye anti rokok inilah yang menyebabkan para pengusaha rokok di negara-negara tersebut melakukan ekspansi usahanya secara besar-besaran ke berbagai negara diluar negara mereka.

Target mereka adalah negara miskin dan negara berkembang yang memang memiliki kesadaran kurang akan bahaya rokok.

Metode pemasaran yang dilakukan di Amerika kini berhasil diterapkan di Indonesia dan mereka berhasil mengeruk untung di negeri kita.

Pilip Morris sebuah perusahaan rokok terbesar dan ternama di dunia membeli saham PT HM Sampoerna.

Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan rokok terbesar yang ada di Indonesia. Beberapa rokok yang dihasilkan oleh perusahaan bernama Philips Morris ini seperti Marlboro.

Perusahaan tersebut gencar melakukan penjualannya di Indonesia pasca menambah saham nya di HM Sampoerna tahun 2005 lalu.

di dalam film ini, digambarkan bahwa menjamurnya iklan rokok di Indonesia bukan hanya terdapat di kota-kota besar di Indonesia, namun sudah merambah ke desa-desa.

Metode pemasaran yang sama persis seperti yang dilakukan di negara-negara Eropa dan Amerika berpuluh tahun lalu.

Menyedihkan bagaimana anak kecil dan remaja yang seharusnya mencetak prestasi dan mengasah bakatnya malah kini asyik menikmati rokok seperti sebuah tradisi.

Orang tuanya juga dengan santainya tidak perduli dengan masa depan anak mereka. Beberapa anak menjawab dengan santai bahwa alasan merokok hanya untuk gaya, pergaulan, dan untuk disebut “Macho”? sebuah pemahaman yang tak masuk akal.

Peredaran rokok di negara ini juga dilegalkan untuk dibeli oleh anak-anak sekolah yang berumur kurang dari 18 tahun.

Dalam film tersebut ada seorang pedagang kaki lima yang menjual rokok tepat di depan sekolah bahkan pihak sekolah pun tak peduli.

Pedagang kaki lima tersebut juga mengakui bahwa yang paling banyak membeli adalah anak sekolah. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa perhatian pemerintah terhadap pengimpangan target pemasaran rokok tak ada sama sekali.

Sekitar 70% pria di Indonesia menghisap rokok, sebuah angka yang menakjubkan dan merupakan lahan yang sangat menguntungkan bagi sebuah industry rokok.

Tak heran industry rokok semakin melonjak dan semakin marak dengan keluarnya merek-merek baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *