Fakta Menarik Dari Film Dokumenter Blackpink

Blackpink merupakan sebuah grup penyanyi perempuan Korea Selatan yang dibentuk oleh YG Entertainment.

Grup ini sendiri terdiri dari 4 anggota, yaitu Jisoo, Jennie, Lisan, dan Rose. Grup ini debut pada 8 Agustus 2016 dengan single mereka berjudul Square One yang menghasilkan “Whistle”, lagu nomor satu pertama mereka di Korea Selatan.

Single ini juga menghasilkan “Boombayah”, single nomor satu pertama mereka di tangga lagu Billboard World Digital Songs, yang mendapat rekor sebagai video musik debut yang paling banyak ditonton oleh artis Korea.

Black Pink merupakan artis K-pop perempuan yang mempunyai lagu di posisi tertinggi di Billboard Hot 100, berada di nomor 55 dengan “Ddu-Du Ddu-Du”, dan di Billboard 200, berada di nomor 40 dengan EP berjudul Square Up.

Mereka merupakan grup K-pop perempuan pertama dan satu-satunya yang memasuki dan memuncaki tangga lagu Emerging Artists Billboard.

Mereka juga merupakan grup K-pop perempuan pertama yang mempunyai empat lagu di tangga lagu Billboard World Digital Song Sales.

Di waktu yang sama saat rilis, “Ddu-Du Ddu-Du” memecahkan rekor sebagai video musik Korea yang paling banyak ditonton di YouTube dalam waktu 24 jam, sebelum dilewati oleh BTS dengan video mereka yang berjudul “Idol”.

Fakta Menarik Film Dokumenter Blackpink

Isu tentang Blackpink di Netflix juga telah berhembus sejak Februari lalu. Saat itu seorang fans mendapati sebuah pencarian Untitled Blacnkpink Feature Documentary di Netflix.

Kini berdasarkan informasi secara resmi, film dokumenter berjudul BLACKPINK: Light Up the Sky itu pun diumumkan akan tayang di Netflix pada 14 Oktober 2020 mendatang.

Ada beberapa fakta menarik yang ada di dalam film documenter ini.

1.Mengisahkan Perjalanan Karier Personel

Film documenter ini rencananya akan menghadirkan kisah tak terungkap dari perjalanan karier Blackpink dari awal hingga akhir.

Kisahnya akan dimulai semenjak sebelum debut, kehidupan setiap member, proses latihan, hingga debut menakjubkan pada 2016.

Kisah menarik Blackpink selama 4 tahun belakangan ini yang meraih kesuksesan luar biasa juga akan ditampilkan.

2.Tampil di Panggung Festival Coachella

BLACKPINK sempat menghebohkan dunia karena menjadi girl groul K-Pop pertama yang tampil di panggung festival musik terbesar di Amerika Serikat.

Oleh karena itu, penampilan mereka di Coachcella juga akan ditampilkan dalam film tersebut. Kabarnya, tarian Swalla yang ramai diperbincangkan kala itu juga akan ditayangkan.

3.Digarap Sineas Handal

Seorang sutradara berpengalaman bernama Caroline Seo merupakan orang yang ada di balik layar menggarap film dokumenter ini. Tak hanya sebagai sutradara, Caroline juga berperan sebagai produser utama.

4.Rilis Eksklusif di Netflix

Para penggemar BLACKPINK tak perlu bersusah-payah untuk menonton film dokumenter ini. Secara eksklusif, film dokumenter ini akan tayang di Netflix pada 14 Oktober mendatang.

5.Ditayangkan Secara Serentak

Film berjudul Light Up The Sky ini hanya tinggal menghitung beberapa minggu lagi untuk dirilis secara resmi di Netflix pada 14 Oktober 2020 mendatang.

Tak hanya BLINK saja yang menunggu film ini rilis, namun personel BLACKPINK pun tak sabar menanti. Grup yang beranggotakan Lisa, Jennie, Rose, dan Jisoo ini juga tak sabar melihat perjalanan karier mereka dibalut dalam sebuah film dokumenter.

Itulah 5 fakta menarik di baik pembuatan film documenter milik Blackpink. Nah, Blink, sudah siap nonton film ini?

Film Dokumenter Tentang Tenggelamnya Kapal Feri Sewol

Tenggelamnya kapal feri Sewol menjadi tragedy yang sangat memorable sekaligus pahit warga Korea Selatan, terutama para keluarga yang ditinggalkan.

Tragedy yang terjadi pada 16 April 2014 itu telah merenggut 304 orang korban jiwa dari 476 penumpang. Sebagian besar korban merupakan siswa SMA Danwon yang sedang berlibur menuju pulau Jeju.

Selain memakan banyak korban jiwa, tragedy ini juga semakin menarik perhatian karena menyimpan berbagai rahasia penting di baliknya.

Mulai dari kelakuan presiden Korea Selatan yang saat itu sedang menjabat hingga kapten yang hendak kabur.

Film Dokumenter Tentang Kapal Feri Sewol

Diceritakan bahwa pada tanggal 16 April 2014, Feri Sewol berlayar dari Incheon menuju Pulau Jeju. Total penumpang 476 orang, dengan 325 di antaranya merupakan siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Danwon, Ansan, daerah pinggiran kota Seoul yang sedang melakukan tamasya.

Sekitar pukul 08.49 pagi waktu setempat, kapal mulai mendapatkan masalah. Kapal Feri Sewol miring dan perlahan-lahan tenggelam.

Dalam dokumenter itu terlihat, kru kapal meminta penumpang untuk tetap berada dalam kapal, intruksi yang kemudian menjadi petaka besar.

Para siswa yang berada dalam kapal mengeluh karena mereka disarankan untuk tidak keluar. Sebagian dari mereka mengirim pesan pada orangtua.

Ada dugaan kelalaian dan pelanggaran maritim lainnya. Salah satu kelalaian Lee Joon-seok pada penanganan pertama setelah tragedi terjadi, salah satunya dengan meminta para penumpang untuk tetap berada dalam kapal.

Untuk mengetahuinya lebih jauh, kalian bisa menonton film film dokumenter di bawah.

1.Intention

Intention merupakan film documenter yang dibuat oleh Kin Ji Young. Film ini menampilkan hasil dari pengumpulan fakta, analisis ilmiah, dan juga pengumpulan data selama 4 tahun terakhir.

Sejak awal mulai tenggelamnya kapal feri Sewol pada tahun 2014 hingga tahun 2018 yang merupakan tahun rilisnya film documenter ini.

2.Sewol – Paused in Time

Sewol – Paused in Time ini merupakan film dokumenter karya Minsu Park. Menampilkan tentang penderitaan yang dialami para korban tenggelamnya kapal feri Sewol dan juga bagaimana peristiwa tragis itu menghancurkan otoritas.

3.The Truth Shall Not Sink with Sewol

The Truth Shall Not Sink with Sewol dirilis beberapa bulan setelah kapal feri Sewol ini tenggelam. Film ini disutradarai oleh Ahn Hae ryong dan Lee Sang ho yang mencoba mengungkapkan kebenaran yang tersembunyi dari tenggelamnya kapal feri Sewol yang menjadi kontroversi terbesar saat itu.

Film ini fokus pada jalannya disortasi media dan intervensi birokrasi yang sedang berlangsung.

4.After The Sewol

Film ini digarap oleh dua sutradara Inggris, Neil George dan Matthew Root dan dirilis pada tahun 2017. Film ini menampilkan kerabat para korban, penyelam, penyelamat, serta aktivis perjuangan mereka sejak tenggelamnya kappa feri S  ewol.

Film ini juga menampilkan bagaimana perubahan Korea Selatan setelah kecelakaan tragi situ terjadi.

5.After Diving Bell

Sama seperti The Truth Shall Not Sink with Sewol, After Diving Bell ini juga merupakan film dokumenter yang digarap oleh Lee Sang-ho.

Bedanya After Diving Bell ini memfokuskan untuk melaporkan tentang kegagalan penyelamatan insiden Sewol.

6.The Absence

The Absence merupakan film documenter pendek yang mendapatkan nominasi Oscar pada tahun 2020 untuk kategori Dokumenter pendek.

Film karya Seung Jun Yi dan Gary Byung Seok Kam ini bisa disaksikan di akun YouTube Field of Vision.

Itulah 6 film documenter terbaik yang menceritakan tentang tenggelamnya kapal Sewol pada 2014 lalu. Pernah menontonnyaq?

Film Dokumenter Tentang Musisi Legendaris

Para penggemar mengenal para musisi idola mereka lewat berbagai karya serta aksi panggungnya. Namun terkadang hal itu belum cukup.

Musisi juga memiliki sisi kehidupan lain yang tak sering tersorot oleh media namun menjadi momen signifikan dalam perjalanan hidup dan karier mereka.

Film Dokumenter Yang Menceritakan Sisi Lain Musisi Legendaris

Film documenter, dengan keleluasan gaya merupakan salah satu jendela yang bisa dimasuki oleh penggemar untuk mengenal lebih dalam para musisi tersebut.

Dibawah ini merupakan film-film documenter dari musisi serta grup musik dunia. Film-film ini juga telah mendapatkan ulasan positif serta menerima penghargaan.

1.Amy (Asif Kapadia, 2015)

Film ini mengulas tentang kehidupan penyanti Amy Jade Winehouse serta perjuangannya sebelum ia menghadapi kecanduan alcohol dan obat, sebelum dan sesudah karirnya menanjak.

Kecanduan ini juga membuat Amy meninggal dunia. Flm berdurasi 128 menit ini dibuat untuk penonton yang sudah dewasa. Lusinan penghargaan diraih, termasuk dokumenter terbaik Oscar.

2.Chasing Trane (John Scheinfeld, 2016)

Film berdurasi 99 menit ini menggali kekuatan dan dampak global dari musik John Coltrane, serta mengungkap semangat, pengalaman, dan kekuatan yang membentuk hidupnya dan musiknya yang revolusioner.

John Coltrane, yang juga kerap disebut Trane merupakan komponis dan pemain saksofon Jazz Amerika yang lahir pada 1926.

Dia termasuk pionir penggunaan ragam mode di jazz dan menjadi garda depan free jazz. Dia memberi pengaruh ke banyak musisi dan mendapat sejumlah penghargaan setelah meninggal.

3.Cobain: Montage of Heck (Brett Morgen, 2015)

Film ini merangkum tentang kehidupan musisi Kurt Cobain sejak lahir di Washington pada 1967 dan tumbuh dalam keluarga yang bermasalah hingga bangkit mencapai ketenaran sebagai garda depan Nirvana lalu meninggal di Seattle pada usia 27 tahun.

Film berdurasi 145 menit ini tayang perdana di Sundance Film Festival lalu dirilis di bioskop dan disiarkan di HBO.

4.Crossfire Hurricane (Brett Morgen, 2012)

Sebelum dokumenter Kurt Cobain, sutradara Brett Morgen membuat dokumenter tentang grup musik Inggris The Rolling Stones. Film 111 menit ini juga menandai 50 tahun kebersamaan The Rolling Stones sebagai grup sejak 1961.

Film ini merangkum awal perjalanan grup, melalui serangkaian wawancara serta rekaman arsip yang menampilkan ragam topik diskusi para personel. Judul film diambil dari baris pertama lagu populer grup tahun 1968, Jumpin’ Jack Flash.

5.Metallica: Some Kind of Monster (Joe Berlinger & Bruce Sinofsky, 2004)

Dokumenter 141 menit ini mengikuti perjalanan grup musik Metallica selama 2001-2003, saat mengalami ketegangan dan mencari bantuan dari terapis dalam masa pembuatan album St. Anger.

Enam tahun setelah rilis, para personel grup masih merasa kecewa atas dokumenter tersebut karena merekam berbagai momen pahit yang mereka hadapi. Menurut Lars Ulrich, musisi lain memang punya pengalaman pahit, tapi tidak sebodoh mereka yang rela membagi itu ke publik.

6.Oasis: Supersonic (Mat Whitecross, 2016)

Film ini menjadi nominee British Independent Film Awards di kategori Outstanding Achievement in Craft.

Dalam 122 menit, film 17+ ini mengulas sejarah grup Oasis selama masa pembentukan dan kesuksesan mereka pada era 1990-an, melalui wawancara off-screen personel dan orang terkait, rekaman konser, dan rekaman backstage.

Itulah 6 film documenter musisi terbaik yang harus kalian tonton. Sudah pernah nonton salah satunya? Semoga artikel ini bermanfaat.

Ciri-Ciri Film Dokumenter Yang Harus Kamu Tahu

Secara umum, film dibagi menjadi 3 jenis, yaitu documenter, fiksi, dan eksperimental. Pembagian ini didasarkan pada cara bertuturnya, yaitu bertutur naratif (cerita) dan cara bertutur non naratif (non cerita) yang mana film fiksi memiliki struktur naratif yang jelas dari awal hingga akhir film.

Film documenter sendiri memiliki konsep realism (nyata) dan berlawanan dengan film-film eksperimental yang memiliki konsep formalism (abstrak) atau surealis. Sedangkan film fiksi sendiri berada tepat di tengah-tengah kedua jenis film di atas.

Ciri Film Dokumenter

Ciri utama film documenter adalah menyajikan sebuah fakta. Dimana film documenter biasanya berhubungan dengan orang, tokoh, peristiwa, dan juga lokasi yang nyata (tak dibuat / dikarang seperti fiksi).

Film documenter sendiri tak menciptakan suatu peristiwa atau kejadian, namun merekam peristiwa yang benar terjadi.

Selain itu, film documenter juga tidak memiliki plot seperti film fiksi namun memiliki struktur yang umumnya didasarkan atas tema atau argument dari sineasnya.

Tokoh protagonist, antagonis, serta konflik juga tak dimiliki oleh film documenter. Hanya saja film ini lebih sering mengangkat isu-isu atau masalah yang sedang hangat diperbincangkan.

Struktur film ini umumnya sederhana sehingga memudahkan penonton memahami dan mempercayai fakta-fakta yang disajikan.

Seperti misalnya film documenter Nanook of the North (1919) yang dianggap sebagai salah satu documenter tertua.

Film documenter juga bisa digunakan untuk berbagi maksud dan tujuan diantaranya untuk menyebarkan informasi atau berita, biografi, pengetahuan, pendidikan, ekonomi, sosial, propaganda, politik, dan sebagainya.

Dalam menyajikan fakta, film documenter bisa menggunakan beberapa metode, yaitu:

1.Merekam Langsung

Film documenter bisa direkam langsung saat peristiwa tersebut terjadi. Produksi dengan menggunakan metode ini bisa selesai dalam waktu singkat bahkan hingga berbulan-bulan dan bertahun-tahun lamanya.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan film dengan metode ini:

  • Lakukan riset

Apa yang kita filmkan ini berhubungan dengan peristiwa yang mungkin tak terulang lagi. Jadi pastikan kalian benar-benar memahami secara mendalam peristiwa tersebut.

  • Selalu siapkan kamera

Kamera ini berguna untuk menangkap momen-momen penting. Ini juga menjadi alasan kenapa banyak pembuat film documenter menggunakan kamera kecil dan sederhana sehingga selalu siap digunakan.

Karena, mereka harus selalu siap menangkap setiap kejadian yang mungkin nantinya berguna untuk mendukung film documenter tersebut.

  • Sediakan penyimpanan yang besar

Kita akan melakukan proses pengambilan gambar selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Jadi, siapkan penyimpanan data untuk membackup data hasil pengambilan gambar.

2.Merekonstruksi Ulang

Film documenter jenis ini menggunakan pengadeganan dan persiapan teknis seperti fiksi. Film jenis ini biasanya tetap berisi wawancara yang menjelaskan secara rinci sebuah peristiwa serta apa yang mereka pikirkan dan rasakan saat itu.

Terkadang, jenis ini menggunakan pelaku asli dalam peristiwa. Bisa  juga menggunakan pemain lainnya yang di arahkan hingga mirip dengan pelaku asli.

Arahan tersebut masih sesuai dengan hasil riset dan wawancara terhadap pelaku asli dalam kejadian diatas.

Film documenter memiliki beberapa karakter teknis yang khas dimana tujuan utamanya adalah mendapatkan kemudahan, fleksibilitas, kecepatan, efektifitas, serta otentitas peristiwa yang direkam. Selain itu, jarang sekali film documenter yang menggunakan efek-efek visual dan music ilustrasi.

Jenis kamera yang digunakan juga umumnya ringan, menggunakan lensa zoom, media perekam digital seperti memory card, perekam suara portable hingga memungkinkan melakukan pengambilan gambar hanya dengan minim kru.

Itulah beberapa informasi mengenai film documenter yang perlu kalian ketahui. Semoga artikel ini bermanfaat.

Tips Membuat Film Dokumenter

Film documenter merupakan film yang mendokumentasikan kenyataan. Istilah documenter sendiri digunakan pertama kali dalam resensi film Moana oleh Robert Flaherty yang ditulis oleh The Moviegoer di New York pada 8 Februari 1926.

Di perancis, istilah ini digunakan untuk semua film non fiksi termasik film mengenai perjalanan dan film pendidikan.

Berdasarkan definisinya, film-film pertama semua adalah film documenter. Mereka merekam hal sehari-hari, misalnya kereta api masuk ke stasiun.

Pada dasarnya, film documenter mempresentasikan kenyataan. Artinya, film documenter menampilkan kembali fakta yang ada dalam kehidupan kita.

Para analisis box office telah mencatat bahwa genre film ini telah semakin sukses di bioskop-bioskop melalui film-film seperti super size me, march of the penguins, dan lain-lain.

Jika dibandingkan dengan film-film naratif dramatic, film ini lebih menarik dan bisa dibuat dengan anggaran yang jauh lebih murah.

Hal ini tentu saja cukup menarik bagi perusahaan-perusahaan film karena hanya dengan rilis bioskop yang terbatas dapat menghasilkan laba yang cukup besar.

Tips Membuat Film Dokumenter Yang Harus Kamu Pahami

Beberapa dari kalian mungkin ingin membuat film sendiri, misalnya film documenter yang pendek. Seperti yang tadi dijelaskan, film documenter merupakan film yang mendokumentasikan peristiwa atau kehidupan yang benar-benar nyata yang dibuat lebih urut dalam durasi sebuah film.

Tentu, ada segala sesuatu hal yang harus kalian perhatikan sebelum membuat film ini. Setidaknya, kalian harus bisa memilih dan memulai terlebih dahulu dari film documenter dengan durasi yang pendek.

Nah, untuk kalian yang berencana membuat film documenter, di bawah ini ada beberapa tips yang harus kalian pahami sebelum membuat film documenter.

1.Tentukan Tema

Sebelum membuat, yang pertama kali harus kalian lakukan adalah menentukan tema film serta menyiapkan konsepnya secara matang.

Tentukan tema film dokuemnter apa yang ingin kalian ambil. Misalnya tentang sejarah, kebudayaan, biografi, atau liburan perjalanan kalian.

Semua itu bisa dijadikan sebagai film documenter.

2.Survey / Riset

Setelah menentukan tema, kalian harus melakukan survey atau riset tempat. Survey ini perlu dilakukan untuk mendapatkan data-data mengenai film yang akan dibuat nantinya.

Namun, selain riset atau survey tempat, kalian juga bisa melakuakn riset dari internet. Namun, jika dirasa kurang puas, melakukan survey langsung akan lebih baik.

Hasil filmnya juga akan kerena maksimal.

3.Kamera

Kamera sudah pasti menjadi salah satu hal terpenting untuk pembuatan film. Untuk membuat video apapun tentu membutuhkan kamera yang digunakan untuk merekam video nantinya.

Mau dari kamera DSLR, Handycam, action cam, sampai dengan kamera HP pun bisa digunakan. Asalkan kamera yang digunakan untuk merekam video nantinya memiliki resolusi untuk mereka video High Definition (HD).

4.Peralatan Pendukung

Selain kamera, kalian juga harus menyiapkan peralatan pendukung, seperti Tripod, battery, memory, hingga charger.

Pasalnya, merekan video film documenter pendek itu harus bisa mengambil adegan-adegan yang pas dan nantinya melalui proses editing.

Jadi, battery, memory, dan charger akan sangat berguna untuk kelangsungan film documenter kalian.

Nah, jika kalian sudah mengerti dan sudah mempersiapkan segala sesuatunya, kalian tinggal melakukan dan membuat film semenarik mungkin.

Jangan lupa juga untuk mengupload hasil kreatvivitas film yang kalian buat atau bisa juga dengan video lainnya. Dan tentunya dari hasil kreatifitas video dokumenter contohnya tentang daftar situs judi slot online terpercaya akan membawa keuntungan besar untuk anda dimana kalian mendapatkan pahala karena orang yang berhasil sukses kaya raya di situs judi slot terbaik dan terpercaya no 1. Selain itu kamu juga bisa dapatkan adsense dari Youtube..

Semoga artikel ini bermanfaat. Terutama untuk kalian yang ingin membuat film documenter.

Sudah Tau Tujuan Dari Film Dokumenter? Yuk Simak Disini

Film dokumenter adalah film yang mempresentasikan kenyataan. Dengan kata lain, film documenter adalah film yang menampilkan kehidupan sehari-hari secara fakta tanpa adanya rekayasa.

DoKumenter sudah diperkenalkan di Indonesia sejak zaman Belanda. Di Perancis, istilah documenter digunakan untuk semua film non fiksi, termasuk film mengenai perjalanan dan film pendidikan.

Berdasarkan definisi ini, film-film pertama semua adalah film documenter. Mereka merekam hal sehari-hari, misalnya kereta api masuk ke stasiun. Pada dasarnya, film documenter mempresentasikan kenyataan.

Artinya, film documenter berarti menampilkan kembali fakta yang ada dalam kehidupan. Lalu, apa sih tujuan film ini dibuat?

Tujuan Pembuatan Film Dokumenter

Tujuan awalnya adalah sebagai propaganda, namun dalam perkembangannya tujuan film documenter adalah untuk memberikan gambaran mengenai realita kehidupan, dan untuk mengelabui atau memanipulasi suatu realita.

Ada beberapa unsur yang dibutuhkan dalam film documenter, yaitu:

1.Footage

Kita harus memiliki gambar atau footage yang baik, yaitu sebuah bukti visual yang mengajukan pertanyaan tentan film documenter tersebut ke dalam bahasa visual.

Gambar tentang tsunami yang melanda kota Banda Aceh itu memang bagus, namun belum cukup. Sebuah documenter mungkin saja memprofilkan warga Aceh yang memilih bertahan hidup di pinggir pantai, walau tahu bahwa sewaktu-waktu Tsunami bisa saja melanda daerahnya lagi.

2.Ide / Konsep

Kita harus memiliki ide atau konsep yang mengekspresikan sudut pandang karya documenter tersebut.

Wawancara mungkin bisa membantu merumuskan suatu sudut pandang. Namun, waancara itu biasanya merupakan cara yang terlalu berat dan merepotkan dalam suatu documenter, untuk menyampaikan suatu gagasan.

Wawancara semata-mata tidak lantas menjadikannya sebuah documenter. Hal ini karena wawancara tidak menunjukkan topic, namun wawancara hanya menunjukkan orang yang sedang berbicara tentang suatu topic.

3.Struktur

Kita harus mempunyai struktur. Yaitu progresi gambar dan suara secara teratur, yang akan menarik minat audiens, dan menghadirkan sudut pandang dari karya documenter tersebut, sebagai sebuah argument visual.

Misalnya, film documenter The War Room, karya Chris Hegedus dan D.A. Pennebaker, tentang kampanye Bill Clinton tahun 1992, sebelum menjadi presiden AS.

Film ini dibuka dengan serangkaian gambar di daerah pemilihan New Hampshire. Tak ada wawacara dalam film itu.

Yang terlihat adalah interaksi-interaksi, yang menunjukkan apa yang terjadi pada kampanye Clinton saat itu.

Ketika menonton film itu, secara bertahap audiens melihat kampanye Clinton dan akhirnya berhasil mengatasi berbagai hambatan, dalam proses menuju kemenangan.

Hal ini membuat film documenter, atau feature, diawali dengan ide atau gagasan dan berakhir dengan paket yang siap ditayangkan untuk audiens.

Kita seharusnya memandang, pembuatan sebuah documenter pada dasarnya lebih merupakan problem komunikasi, yaitu bagaimana menyampaikan suatu pesan pada audiens. Bukan sebuah problem teknis (peralatan).

Ada berbagai macam film documenter, contohnya documenter perilaku yang menjadikan perilaku manusia sebagai objeknya.

Dengan adanya kamera dan peralatan perekam yang ringan, yang bisa dengan mudah dibawa ke mana saja, dimungkinkan bagi pembuat documenter untuk mengkuti orang dan mengamati perilaku mereka dalam film atau videotape.

Pada hari-hari awal sinema langsung (direct cinema), banyak dilm dibuat tentang orang biasa, yang menjalani kehidupan biasanya. Documenter perilaku sampai saat ini masih banyak dibuat oleh orang-orang.

Itulah penjelasan lengkap mengenai film documenter. Dari tujuan hingga unsur yang dibutuhkan dalam pembuatan film.  Kalian pernah nonton salah satu film documenter?

Fenomena Rokok di Indonesia, Film Dokumenter Yang Mengajarkan Bahayanya Merokok

Rokok merupakan sebuah masalah serius yang harus segera ditangani oleh Pemerintah, selain pemerintah, kesadaran masyarakat akan bahaya rokok serta dampak terhadap diri sendiri dan orang lain harus terus diberikan.

Hal ini berguna untuk dipahami dengan berbagai pendekatan, sehingga bisa dengan mudah dimengerti oleh semua kalangan masyarakat.

Film Lokal: Fenomena Rokok di Indonesia

Saat rokok memiliki banyak peran Sebagai sponsor utama untuk berbagai event-event besar di negara kita, di sinlah tanpa disadari penyalahgunaan rokok menjadi hal yang biasa bagi semua orang.

Iklan rokok juga bisa dengan mudah ditemukan dimana mana dan begitu memprihatinkan.

Saat kampanye anti rokok banyak dilakukan aktivis-aktivis anti rokok di negara Barat yang merupakan negara yang memperkenalkan rokok, di Inodnesia  justru ada banyak iklan rokok dengan ukuran besar.

Kini negara-negara barat di Amerika dan Eropa sadar akan bahaya rokok sehingga pemerintahnya pun mendukung kampanye anti rokok.

Di Amerika sendiri iklan rokok sudah dilangan di tempatkan di tempat umum, sangat berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di Indonesia.

Untuk mendukung kampanye tersebut, di kota New York harga rokok sengaja dijual dengan harga yang sangat mahal karena pajak yang diberikan untuk rokok sangat besar.

Sampai sekarang merokok di tempat umum d Amerika menjadi suatu hal yang memalukan bagi warga negaranya.

Dukungan pemerintah negara barat terhadap kampanye anti rokok inilah yang menyebabkan para pengusaha rokok di negara-negara tersebut melakukan ekspansi usahanya secara besar-besaran ke berbagai negara diluar negara mereka.

Target mereka adalah negara miskin dan negara berkembang yang memang memiliki kesadaran kurang akan bahaya rokok.

Metode pemasaran yang dilakukan di Amerika kini berhasil diterapkan di Indonesia dan mereka berhasil mengeruk untung di negeri kita.

Pilip Morris sebuah perusahaan rokok terbesar dan ternama di dunia membeli saham PT HM Sampoerna.

Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan rokok terbesar yang ada di Indonesia. Beberapa rokok yang dihasilkan oleh perusahaan bernama Philips Morris ini seperti Marlboro.

Perusahaan tersebut gencar melakukan penjualannya di Indonesia pasca menambah saham nya di HM Sampoerna tahun 2005 lalu.

di dalam film ini, digambarkan bahwa menjamurnya iklan rokok di Indonesia bukan hanya terdapat di kota-kota besar di Indonesia, namun sudah merambah ke desa-desa.

Metode pemasaran yang sama persis seperti yang dilakukan di negara-negara Eropa dan Amerika berpuluh tahun lalu.

Menyedihkan bagaimana anak kecil dan remaja yang seharusnya mencetak prestasi dan mengasah bakatnya malah kini asyik menikmati rokok seperti sebuah tradisi.

Orang tuanya juga dengan santainya tidak perduli dengan masa depan anak mereka. Beberapa anak menjawab dengan santai bahwa alasan merokok hanya untuk gaya, pergaulan, dan untuk disebut “Macho”? sebuah pemahaman yang tak masuk akal.

Peredaran rokok di negara ini juga dilegalkan untuk dibeli oleh anak-anak sekolah yang berumur kurang dari 18 tahun.

Dalam film tersebut ada seorang pedagang kaki lima yang menjual rokok tepat di depan sekolah bahkan pihak sekolah pun tak peduli.

Pedagang kaki lima tersebut juga mengakui bahwa yang paling banyak membeli adalah anak sekolah. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa perhatian pemerintah terhadap pengimpangan target pemasaran rokok tak ada sama sekali.

Sekitar 70% pria di Indonesia menghisap rokok, sebuah angka yang menakjubkan dan merupakan lahan yang sangat menguntungkan bagi sebuah industry rokok.

Tak heran industry rokok semakin melonjak dan semakin marak dengan keluarnya merek-merek baru.

Film Dokumenter Grup Korea Terbaik

Perjuangan menjadi seorang idol KPop tidaklah main-main. sebelum debut, seorang idol KPop harus menjalani masa trainee terlebih dahulu selama bertahun-tahun.

Setelah debut pun idol KPop harus terus berjuang agar bisa mendapatkan popularitas dan mampu bersaing dengan idol KPop lainnya.

Film Dokumenter Grup KPop

Karena itu, kesuksesan seorang idol juga merupakan suatu hal yang sangat membanggakan. Dari kesuksesan seorang idol KPop itu, ada juga yang dijadikan sebuah film documenter agar semua orang bisa melihat perjuangan mereka.

Nah, untuk kalian yang penasaran dengan perjuangan mereka selama menjadi trainee, yuk tonton lewat film-film berikut

1.BIGBANG MADE The Movie

BIGBANG MADE The Movie merupakan film documenter BIGBANG untuk merayakan hari jadi debut mereka yang ke 10 tahun. Film ini sendiri di rilis di Korea Selatan dan Jepang pada tanggal 30 Juni 2016.

Sedangkan untuk di Indonesia sendiri, film ini tayang pada 5 Agustus 2016. Filmnya sendiri mengangkat tentang perjalanan tur dunia BIGBANG yang kedua berjudul “MADE”.

Dimana konsernya berlangsung di 32 negara dengan total 66 pertunjukkan dari April hingga Maret 2016 serta mendapatkan penonton sebanyak 1,5 juta.

2.Burn The Stage: The Movie

Film ini merupakan film documenter BTS yang dirilis serentak pada tanggal 15 November 2018 di seluruh dunia dan distribusinya ditangani oleh Trafalgar Releasing.

Filmnya disutradarai oleh Park Jun Soo dan diproduksi oleh Yoon Jiwon. Film ini menampilkan bagaimana BTS di belakang layar saat melakukan tur dunia yang berjudul “The Wings Tour” pada tahun 2017.

Dimana tur dunia itu telah berhasil menarik lebih dari setengah juta penonton di 19 kota berbeda di seluruh dunia.

3.GROW: Infinite’s Real Youth Life

GROW: Infinite;s Real Youth Life merupakan film documenter daro boyband Infinite yang dirilis di Korea Selatan pada 4 Desember 2014.

Saat film itu dirilis, Infinite telah 4 tahun sejak debutnya dan mereka telah melakukan tur dunia ke-11 negara dan 17 kota.

Dalam film documenter ini, menampilkan kehidupan dan sifat asli dari para member Infinite saat dibawah panggung dan juga berbicara tentang hal-hal yang mereka simpan dan bercermin satu sama lain.

4.The Story of CNBlue – Never Stop

The Story of CNBlue – Never Stop merupakan film documenter band CNBlue yang menampilkan para membernya dibalik panggung selama tur dunia, kehidupan mereka di Seoul, dan kegiatan mereka di Jepang.

Film ini dirilis pada 17 Januari 2014, disutradarai oleh Jun Yong Seung yang telah bekerja di Jepang dalam proyek-proyek documenter seperti “NHK Special” dam “Jounetsu Tairiku”.

5.Twiceland

Bukan hanya boyband, girlband group KPop TWICE juga memiliki film documenter yang dirilis ke layar lebar.

Dalam film twiceland ini, menampilkan cuplikan dari tur dunia TWICE “TWICELAND ZONE 2: FANTASY PARK” yang mereka lakukan awal tahun ini.

Dalam film Twiceland juga menampilkan klip yang belum pernah diperlihatkan sebelumnya dari tur internasional TWICE di Singapura, Bangkok, Jakarta, dan masih banyak lagi.

Filmnya sendiri tayang perdana pada 7 December di 50 bioskopo CGV ScreenX di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Itulah 5 film documenter yang menampilkan tentang perjuangan para idol KPop dalam menghibur kita. mereka harus melewati masa-masa yang bisa dibilang sulit dan tidak semua orang bisa melewatinya.

Kamu pernah nonton salah satunya?