Review Film Dokumenter Blackpink: Light Up The Sky, Keren Banget!

Kalian mengaku sebagai fans Blackpink atau yang biasa disapa Blink? Tentu saja kalian wajib nonton film documenter milik mereka yang baru saja keluar Oktober 2020 lalu.

Jika biasanya kalian melihat Jisoo, Jennie, Lisa, dan Rose tampil enerjik dan bahagia di atas panggung maupun di depan kamera, kali ini kalian jutsru akan melihat kisah mereka yang menyentuh perasaan.

Blackpink: Light Up The Sky, Sudah Nonton?

Blackpink: Light Up The Sky, Sudah Nonton?

Blackpink: Light Up The Sky membuka perjalanan dengan menyajikan momen awal debut mereka di tahun 2016.

Ada berbagai video rekaman latihan menyanyi serta menari mereka selama masa trainee di YG Entertainment yang juga diperlihatkan perdana, serta proses peracikan lagu di balik studio rekaman.

Sudut pandang ceritanya berasal dari empat member Blackpink itu sendiri serta orang-orang terdekat mereka dalam keseharian.

Seperti penulis lagu sekaligus produser lagu mereka, Teddy Park, sampai instruktur senam atau make up artist mereka.

Keempat member Blackpink ini masing-masing mengisahkan kisah perjuangan mereka yang mungkin belum perah diketahui oleh siapapun.

Mulai dari masa dimana mereka akan berangkat audisi, melakukan audisi, menjadi trainee, terancam pulang, dan lain-lain.

Bahkan, Lisa juga mengaku agak kesulitaan belajar bahasa Korea. Namun untungnya ada Jennie yang bisa berbahasa Inggris sehingga bisa berinteraksi dengannya.

Mereka juga menceritakan bagaimana mereka harus berpisah jauh dari keluarganya sejak mereka masih SMA.

Mereka bahkan bercerita beberapa kali mereka merasa lelah dan ingin pulang namun mereka tetap bersemangat dan tetap berlatih agar bisa debut.

Sampai pada suatu hari mereka diminta untuk melakukan performance berempat dalam satu frame. Uniknya, mereka tampil dengan sempuran dan seimbang.

Tak ada yang mendominasi penampilan. Inilah yang menjadi perjalanan awal Blackpink. Mereka berlatih bersama sampai akhirnya bisa debut. Lagu debut pertama mereka, Whistle juga mendapatkan perhatian yang cukup besar.

Sampai dengan puncak keberhasilan mereka dimana mereka menjadi girl group Korea pertama yang diundang ke acara Coachella.

Mereka mengaku, di Coachella mereka tak dipandang sebagai grup K-Pop namun sebagai sebuah seni. Dimana seharusnya setiap lagu memang dianggap sebagai seni dan tidak dibeda-bedakan.

Walaupun awalnya mereka takut tidak diterima oleh para penonton Coachella, namun kenyataannya mereka disambut dengan sangat baik.

Blackpink bahkan sempat menyapa para fans sebelum mereka pulang dari Coachella. Dan yang mengejutkan, ternyata ada banyak fans mereka yang datang ke sana.

Menonton documenter ini akan membuat fans lebih mengenal bahkan merasakan emosi para member Blackpink.

Tak ketinggalan juga, Jisoo yang mengatakan dalam video reaction trailer mereka, dalam documenter ini mereka tampil apa adanya, meninggalkan penampilan yang harus terlihat sempurna saat manggung.

“Ini adalah kami dalam keadaan alami, alih-alih gambaran mimpi sempurna yang biasanya kami hadirkan, ini benar-benar penampilan yang lebih murni pada masa pelatihan awal kami,” kata Jisoo.

Film ini juga menunjukkan saat mereka datang untuk konser di negara asal Lisa, Thailand. Saat itu Lisa sangat senang karena bisa berkunjung ke tempat kelahirannya.

Para member Blackpink menutup kisahnya dengan membayangkan hidup mereka dalam beberapa tahun kedepan.

Mereka akan menikah, punya anak, dan yang ditakuti oleh semua Blink, Pensiun saat umur mereka sudah cukup tua.

Blackpink: Light Up The Sky yang berdurasi 1 jam 19 menit rilis di Netflix pada 14 Oktober 2020 kemarin. Jadi, pastikan kalian sudah nonton ya!

Penggemar Netflix? Yuk Tonton Film Dokumenter Ini

Menonton dokumenter mirip seperti membaca buku, kamu bisa lebih memahami suatu topik yang menarik dan belum dikenal luas tanpa harus membaca buku yang super tebal!

Yang kamu butuhkan hanyalah satu atau dua jam dan kamu sudah memiliki pengetahuan baru yang bisa kamu pamerkan.

Film Dokumenter Netflix

Jika ini merupakan pertama kalinya kalian menjelajahi genre documenter dan takut akan memilih film yang membosankan, dibawah ini kami berikan rekomendasinya. Dijamin seru abis dan baka ketagihan!

1.Crip Camp

Crip Camp menceritakan sebuah cerita inspiratif mengenai sekelompok remaja yang menghadiri perkemahan musim panas untuk orang-orang dengan disabilitas dan bagaimana pengalaman tersebut mengubah hidup mereka.

Barack dan Michelle Obama merupakan produser film ini. Jadi, sudah pasti film ini wajib kamu tonton.

2.Bob Lazar: Area 51 and Flying Saucers

Bob Lazar, pria yang membongkar keberadaan Area 51 (lokasi yang ingin orang-orang kunjungi untuk membebaskan para alien) mengatakan bahwa alien itu benar-benar nyata dan bahkan ia pernah melihatnya langsung di pesawat antariska mereka.

3.Bill Nye: Science Guy

Sejujurnya, kita bisa mendengar Bill Nye berbicara setiap hari. Namun melihat ia mengedukasi orang-orang yang tidak percaya akan topic-topik penting seperti evolusi dan perubahan iklan tak hanya informative namun juga menginspirasi.

4.Get Me Roger Stone

Masih bingung dengan bagaimana Trump bisa menjadi presiden AS? Jawabannya dari pertanyaan tersebut adalah Roger Stone, yang moralnya dipertanyakan.

Roger merupakan ahli strategi politik Partai Republik yang dikenal dengan sikapnya yang harus menang dengan segala cara dan menurut documenter ini, pelopor “Pelobi modern yang kotor”.

5.Behind The Curve

Jika kalian kagum dengan Flat Earth Society (Komunitas Bumi Datar), maka kamu patut menonton documenter satu ini.

Di sini kamu bisa melihat dengan jelas bagaimana beberapa orang bisa percaya akan teori bahwa bumi itu datar.

6.The Final Year

Jika kamu merasa rindu dengan suami dari Michelle Obama, cobalah menonton documenter ini, yang mengikuti tim presiden Otama pada tahun terakhir masa jabatannya saat mereka mencoba merancang peninggalan kebijaka luar negeri yang akan sulit dihancurkan pemerintahan selanjutnya.

7.Hot Girls Wanted

Lewat documenter ini, kamu bisa mengintip ke dalam pornografi amatir, dan cara dunia tersebut mengeksploitasi perempuan-perempuan muda yang mengincar uang dan ketenaran.

8.Holy Hell

Siapa sih yang tak suka menderngar kisah nyata tentang cult? Documenter satu ini membahas cult Buddhafield di California (walaupun sekarang beroperasi di Hawaii) dan diduga memiliki pemimpin yang kejam, Michael Rostand.

9.Voyeur

Jurnalis ternama Gay Talese menyelidiki seorang pemilik motel di Colorado, Gerald Foos, yang diduga telah mebangun loteng rahasia di atas kamar tamunya agar ia bisa mengintip mereka kapan saja.

10.The Great Hack

Kita semua tahu bahwa selama ini Facebook telah mengumpulkan informasi pribadi kita, namun kabar ini baru tersebar setelah kita mengunggah foto dan berinteraksi dengan banyak orang selama bertahun-tahun.

Melalui documenter ini, kita akan memperlajari cara Cambridge Analytica menggunakan platform media sosial tersebut untuk mengumpulkan data serta memproduksi iklan dan postingan bertarget untuk mempengaruhi ajang politik besar, seperti pemilihan Brexit dan Pemilihan Presiden AS 2016.

11.Audrie & Daisy

Film ini, sayangnya, bercerita tentang dua perempuan muda yang dilecehkan secara seksual, dipermalukan di depan public, lalu orang-orang (termasuk polisi) menyalahkan mereka atas kejadian tersebut.

Itulah 11 film documenter yang ada di Netflix dan bisa kalian coba tonton. Sempga artikel ini bermanfaat.

Fakta Menarik Dari Film Dokumenter Blackpink

Blackpink merupakan sebuah grup penyanyi perempuan Korea Selatan yang dibentuk oleh YG Entertainment.

Grup ini sendiri terdiri dari 4 anggota, yaitu Jisoo, Jennie, Lisan, dan Rose. Grup ini debut pada 8 Agustus 2016 dengan single mereka berjudul Square One yang menghasilkan “Whistle”, lagu nomor satu pertama mereka di Korea Selatan.

Single ini juga menghasilkan “Boombayah”, single nomor satu pertama mereka di tangga lagu Billboard World Digital Songs, yang mendapat rekor sebagai video musik debut yang paling banyak ditonton oleh artis Korea.

Black Pink merupakan artis K-pop perempuan yang mempunyai lagu di posisi tertinggi di Billboard Hot 100, berada di nomor 55 dengan “Ddu-Du Ddu-Du”, dan di Billboard 200, berada di nomor 40 dengan EP berjudul Square Up.

Mereka merupakan grup K-pop perempuan pertama dan satu-satunya yang memasuki dan memuncaki tangga lagu Emerging Artists Billboard.

Mereka juga merupakan grup K-pop perempuan pertama yang mempunyai empat lagu di tangga lagu Billboard World Digital Song Sales.

Di waktu yang sama saat rilis, “Ddu-Du Ddu-Du” memecahkan rekor sebagai video musik Korea yang paling banyak ditonton di YouTube dalam waktu 24 jam, sebelum dilewati oleh BTS dengan video mereka yang berjudul “Idol”.

Fakta Menarik Film Dokumenter Blackpink

Isu tentang Blackpink di Netflix juga telah berhembus sejak Februari lalu. Saat itu seorang fans mendapati sebuah pencarian Untitled Blacnkpink Feature Documentary di Netflix.

Kini berdasarkan informasi secara resmi, film dokumenter berjudul BLACKPINK: Light Up the Sky itu pun diumumkan akan tayang di Netflix pada 14 Oktober 2020 mendatang.

Ada beberapa fakta menarik yang ada di dalam film documenter ini.

1.Mengisahkan Perjalanan Karier Personel

Film documenter ini rencananya akan menghadirkan kisah tak terungkap dari perjalanan karier Blackpink dari awal hingga akhir.

Kisahnya akan dimulai semenjak sebelum debut, kehidupan setiap member, proses latihan, hingga debut menakjubkan pada 2016.

Kisah menarik Blackpink selama 4 tahun belakangan ini yang meraih kesuksesan luar biasa juga akan ditampilkan.

2.Tampil di Panggung Festival Coachella

BLACKPINK sempat menghebohkan dunia karena menjadi girl groul K-Pop pertama yang tampil di panggung festival musik terbesar di Amerika Serikat.

Oleh karena itu, penampilan mereka di Coachcella juga akan ditampilkan dalam film tersebut. Kabarnya, tarian Swalla yang ramai diperbincangkan kala itu juga akan ditayangkan.

3.Digarap Sineas Handal

Seorang sutradara berpengalaman bernama Caroline Seo merupakan orang yang ada di balik layar menggarap film dokumenter ini. Tak hanya sebagai sutradara, Caroline juga berperan sebagai produser utama.

4.Rilis Eksklusif di Netflix

Para penggemar BLACKPINK tak perlu bersusah-payah untuk menonton film dokumenter ini. Secara eksklusif, film dokumenter ini akan tayang di Netflix pada 14 Oktober mendatang.

5.Ditayangkan Secara Serentak

Film berjudul Light Up The Sky ini hanya tinggal menghitung beberapa minggu lagi untuk dirilis secara resmi di Netflix pada 14 Oktober 2020 mendatang.

Tak hanya BLINK saja yang menunggu film ini rilis, namun personel BLACKPINK pun tak sabar menanti. Grup yang beranggotakan Lisa, Jennie, Rose, dan Jisoo ini juga tak sabar melihat perjalanan karier mereka dibalut dalam sebuah film dokumenter.

Itulah 5 fakta menarik di baik pembuatan film documenter milik Blackpink. Nah, Blink, sudah siap nonton film ini?

Film Dokumenter Tentang Tenggelamnya Kapal Feri Sewol

Tenggelamnya kapal feri Sewol menjadi tragedy yang sangat memorable sekaligus pahit warga Korea Selatan, terutama para keluarga yang ditinggalkan.

Tragedy yang terjadi pada 16 April 2014 itu telah merenggut 304 orang korban jiwa dari 476 penumpang. Sebagian besar korban merupakan siswa SMA Danwon yang sedang berlibur menuju pulau Jeju.

Selain memakan banyak korban jiwa, tragedy ini juga semakin menarik perhatian karena menyimpan berbagai rahasia penting di baliknya.

Mulai dari kelakuan presiden Korea Selatan yang saat itu sedang menjabat hingga kapten yang hendak kabur.

Film Dokumenter Tentang Kapal Feri Sewol

Diceritakan bahwa pada tanggal 16 April 2014, Feri Sewol berlayar dari Incheon menuju Pulau Jeju. Total penumpang 476 orang, dengan 325 di antaranya merupakan siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Danwon, Ansan, daerah pinggiran kota Seoul yang sedang melakukan tamasya.

Sekitar pukul 08.49 pagi waktu setempat, kapal mulai mendapatkan masalah. Kapal Feri Sewol miring dan perlahan-lahan tenggelam.

Dalam dokumenter itu terlihat, kru kapal meminta penumpang untuk tetap berada dalam kapal, intruksi yang kemudian menjadi petaka besar.

Para siswa yang berada dalam kapal mengeluh karena mereka disarankan untuk tidak keluar. Sebagian dari mereka mengirim pesan pada orangtua.

Ada dugaan kelalaian dan pelanggaran maritim lainnya. Salah satu kelalaian Lee Joon-seok pada penanganan pertama setelah tragedi terjadi, salah satunya dengan meminta para penumpang untuk tetap berada dalam kapal.

Untuk mengetahuinya lebih jauh, kalian bisa menonton film film dokumenter di bawah.

1.Intention

Intention merupakan film documenter yang dibuat oleh Kin Ji Young. Film ini menampilkan hasil dari pengumpulan fakta, analisis ilmiah, dan juga pengumpulan data selama 4 tahun terakhir.

Sejak awal mulai tenggelamnya kapal feri Sewol pada tahun 2014 hingga tahun 2018 yang merupakan tahun rilisnya film documenter ini.

2.Sewol – Paused in Time

Sewol – Paused in Time ini merupakan film dokumenter karya Minsu Park. Menampilkan tentang penderitaan yang dialami para korban tenggelamnya kapal feri Sewol dan juga bagaimana peristiwa tragis itu menghancurkan otoritas.

3.The Truth Shall Not Sink with Sewol

The Truth Shall Not Sink with Sewol dirilis beberapa bulan setelah kapal feri Sewol ini tenggelam. Film ini disutradarai oleh Ahn Hae ryong dan Lee Sang ho yang mencoba mengungkapkan kebenaran yang tersembunyi dari tenggelamnya kapal feri Sewol yang menjadi kontroversi terbesar saat itu.

Film ini fokus pada jalannya disortasi media dan intervensi birokrasi yang sedang berlangsung.

4.After The Sewol

Film ini digarap oleh dua sutradara Inggris, Neil George dan Matthew Root dan dirilis pada tahun 2017. Film ini menampilkan kerabat para korban, penyelam, penyelamat, serta aktivis perjuangan mereka sejak tenggelamnya kappa feri S  ewol.

Film ini juga menampilkan bagaimana perubahan Korea Selatan setelah kecelakaan tragi situ terjadi.

5.After Diving Bell

Sama seperti The Truth Shall Not Sink with Sewol, After Diving Bell ini juga merupakan film dokumenter yang digarap oleh Lee Sang-ho.

Bedanya After Diving Bell ini memfokuskan untuk melaporkan tentang kegagalan penyelamatan insiden Sewol.

6.The Absence

The Absence merupakan film documenter pendek yang mendapatkan nominasi Oscar pada tahun 2020 untuk kategori Dokumenter pendek.

Film karya Seung Jun Yi dan Gary Byung Seok Kam ini bisa disaksikan di akun YouTube Field of Vision.

Itulah 6 film documenter terbaik yang menceritakan tentang tenggelamnya kapal Sewol pada 2014 lalu. Pernah menontonnyaq?

Ciri-Ciri Film Dokumenter Yang Harus Kamu Tahu

Secara umum, film dibagi menjadi 3 jenis, yaitu documenter, fiksi, dan eksperimental. Pembagian ini didasarkan pada cara bertuturnya, yaitu bertutur naratif (cerita) dan cara bertutur non naratif (non cerita) yang mana film fiksi memiliki struktur naratif yang jelas dari awal hingga akhir film.

Film documenter sendiri memiliki konsep realism (nyata) dan berlawanan dengan film-film eksperimental yang memiliki konsep formalism (abstrak) atau surealis. Sedangkan film fiksi sendiri berada tepat di tengah-tengah kedua jenis film di atas.

Ciri Film Dokumenter

Ciri utama film documenter adalah menyajikan sebuah fakta. Dimana film documenter biasanya berhubungan dengan orang, tokoh, peristiwa, dan juga lokasi yang nyata (tak dibuat / dikarang seperti fiksi).

Film documenter sendiri tak menciptakan suatu peristiwa atau kejadian, namun merekam peristiwa yang benar terjadi.

Selain itu, film documenter juga tidak memiliki plot seperti film fiksi namun memiliki struktur yang umumnya didasarkan atas tema atau argument dari sineasnya.

Tokoh protagonist, antagonis, serta konflik juga tak dimiliki oleh film documenter. Hanya saja film ini lebih sering mengangkat isu-isu atau masalah yang sedang hangat diperbincangkan.

Struktur film ini umumnya sederhana sehingga memudahkan penonton memahami dan mempercayai fakta-fakta yang disajikan.

Seperti misalnya film documenter Nanook of the North (1919) yang dianggap sebagai salah satu documenter tertua.

Film documenter juga bisa digunakan untuk berbagi maksud dan tujuan diantaranya untuk menyebarkan informasi atau berita, biografi, pengetahuan, pendidikan, ekonomi, sosial, propaganda, politik, dan sebagainya.

Dalam menyajikan fakta, film documenter bisa menggunakan beberapa metode, yaitu:

1.Merekam Langsung

Film documenter bisa direkam langsung saat peristiwa tersebut terjadi. Produksi dengan menggunakan metode ini bisa selesai dalam waktu singkat bahkan hingga berbulan-bulan dan bertahun-tahun lamanya.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan film dengan metode ini:

  • Lakukan riset

Apa yang kita filmkan ini berhubungan dengan peristiwa yang mungkin tak terulang lagi. Jadi pastikan kalian benar-benar memahami secara mendalam peristiwa tersebut.

  • Selalu siapkan kamera

Kamera ini berguna untuk menangkap momen-momen penting. Ini juga menjadi alasan kenapa banyak pembuat film documenter menggunakan kamera kecil dan sederhana sehingga selalu siap digunakan.

Karena, mereka harus selalu siap menangkap setiap kejadian yang mungkin nantinya berguna untuk mendukung film documenter tersebut.

  • Sediakan penyimpanan yang besar

Kita akan melakukan proses pengambilan gambar selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Jadi, siapkan penyimpanan data untuk membackup data hasil pengambilan gambar.

2.Merekonstruksi Ulang

Film documenter jenis ini menggunakan pengadeganan dan persiapan teknis seperti fiksi. Film jenis ini biasanya tetap berisi wawancara yang menjelaskan secara rinci sebuah peristiwa serta apa yang mereka pikirkan dan rasakan saat itu.

Terkadang, jenis ini menggunakan pelaku asli dalam peristiwa. Bisa  juga menggunakan pemain lainnya yang di arahkan hingga mirip dengan pelaku asli.

Arahan tersebut masih sesuai dengan hasil riset dan wawancara terhadap pelaku asli dalam kejadian diatas.

Film documenter memiliki beberapa karakter teknis yang khas dimana tujuan utamanya adalah mendapatkan kemudahan, fleksibilitas, kecepatan, efektifitas, serta otentitas peristiwa yang direkam. Selain itu, jarang sekali film documenter yang menggunakan efek-efek visual dan music ilustrasi.

Jenis kamera yang digunakan juga umumnya ringan, menggunakan lensa zoom, media perekam digital seperti memory card, perekam suara portable hingga memungkinkan melakukan pengambilan gambar hanya dengan minim kru.

Itulah beberapa informasi mengenai film documenter yang perlu kalian ketahui. Semoga artikel ini bermanfaat.

Tips Membuat Film Dokumenter

Film documenter merupakan film yang mendokumentasikan kenyataan. Istilah documenter sendiri digunakan pertama kali dalam resensi film Moana oleh Robert Flaherty yang ditulis oleh The Moviegoer di New York pada 8 Februari 1926.

Di perancis, istilah ini digunakan untuk semua film non fiksi termasik film mengenai perjalanan dan film pendidikan.

Berdasarkan definisinya, film-film pertama semua adalah film documenter. Mereka merekam hal sehari-hari, misalnya kereta api masuk ke stasiun.

Pada dasarnya, film documenter mempresentasikan kenyataan. Artinya, film documenter menampilkan kembali fakta yang ada dalam kehidupan kita.

Para analisis box office telah mencatat bahwa genre film ini telah semakin sukses di bioskop-bioskop melalui film-film seperti super size me, march of the penguins, dan lain-lain.

Jika dibandingkan dengan film-film naratif dramatic, film ini lebih menarik dan bisa dibuat dengan anggaran yang jauh lebih murah.

Hal ini tentu saja cukup menarik bagi perusahaan-perusahaan film karena hanya dengan rilis bioskop yang terbatas dapat menghasilkan laba yang cukup besar.

Tips Membuat Film Dokumenter Yang Harus Kamu Pahami

Beberapa dari kalian mungkin ingin membuat film sendiri, misalnya film documenter yang pendek. Seperti yang tadi dijelaskan, film documenter merupakan film yang mendokumentasikan peristiwa atau kehidupan yang benar-benar nyata yang dibuat lebih urut dalam durasi sebuah film.

Tentu, ada segala sesuatu hal yang harus kalian perhatikan sebelum membuat film ini. Setidaknya, kalian harus bisa memilih dan memulai terlebih dahulu dari film documenter dengan durasi yang pendek.

Nah, untuk kalian yang berencana membuat film documenter, di bawah ini ada beberapa tips yang harus kalian pahami sebelum membuat film documenter.

1.Tentukan Tema

Sebelum membuat, yang pertama kali harus kalian lakukan adalah menentukan tema film serta menyiapkan konsepnya secara matang.

Tentukan tema film dokuemnter apa yang ingin kalian ambil. Misalnya tentang sejarah, kebudayaan, biografi, atau liburan perjalanan kalian.

Semua itu bisa dijadikan sebagai film documenter.

2.Survey / Riset

Setelah menentukan tema, kalian harus melakukan survey atau riset tempat. Survey ini perlu dilakukan untuk mendapatkan data-data mengenai film yang akan dibuat nantinya.

Namun, selain riset atau survey tempat, kalian juga bisa melakuakn riset dari internet. Namun, jika dirasa kurang puas, melakukan survey langsung akan lebih baik.

Hasil filmnya juga akan kerena maksimal.

3.Kamera

Kamera sudah pasti menjadi salah satu hal terpenting untuk pembuatan film. Untuk membuat video apapun tentu membutuhkan kamera yang digunakan untuk merekam video nantinya.

Mau dari kamera DSLR, Handycam, action cam, sampai dengan kamera HP pun bisa digunakan. Asalkan kamera yang digunakan untuk merekam video nantinya memiliki resolusi untuk mereka video High Definition (HD).

4.Peralatan Pendukung

Selain kamera, kalian juga harus menyiapkan peralatan pendukung, seperti Tripod, battery, memory, hingga charger.

Pasalnya, merekan video film documenter pendek itu harus bisa mengambil adegan-adegan yang pas dan nantinya melalui proses editing.

Jadi, battery, memory, dan charger akan sangat berguna untuk kelangsungan film documenter kalian.

Nah, jika kalian sudah mengerti dan sudah mempersiapkan segala sesuatunya, kalian tinggal melakukan dan membuat film semenarik mungkin.

Jangan lupa juga untuk mengupload hasil kreatvivitas film yang kalian buat atau bisa juga dengan video lainnya.

Semoga artikel ini bermanfaat. Terutama untuk kalian yang ingin membuat film documenter.

Sudah Tau Tujuan Dari Film Dokumenter? Yuk Simak Disini

Film dokumenter adalah film yang mempresentasikan kenyataan. Dengan kata lain, film documenter adalah film yang menampilkan kehidupan sehari-hari secara fakta tanpa adanya rekayasa.

DoKumenter sudah diperkenalkan di Indonesia sejak zaman Belanda. Di Perancis, istilah documenter digunakan untuk semua film non fiksi, termasuk film mengenai perjalanan dan film pendidikan.

Berdasarkan definisi ini, film-film pertama semua adalah film documenter. Mereka merekam hal sehari-hari, misalnya kereta api masuk ke stasiun. Pada dasarnya, film documenter mempresentasikan kenyataan.

Artinya, film documenter berarti menampilkan kembali fakta yang ada dalam kehidupan. Lalu, apa sih tujuan film ini dibuat?

Tujuan Pembuatan Film Dokumenter

Tujuan awalnya adalah sebagai propaganda, namun dalam perkembangannya tujuan film documenter adalah untuk memberikan gambaran mengenai realita kehidupan, dan untuk mengelabui atau memanipulasi suatu realita.

Ada beberapa unsur yang dibutuhkan dalam film documenter, yaitu:

1.Footage

Kita harus memiliki gambar atau footage yang baik, yaitu sebuah bukti visual yang mengajukan pertanyaan tentan film documenter tersebut ke dalam bahasa visual.

Gambar tentang tsunami yang melanda kota Banda Aceh itu memang bagus, namun belum cukup. Sebuah documenter mungkin saja memprofilkan warga Aceh yang memilih bertahan hidup di pinggir pantai, walau tahu bahwa sewaktu-waktu Tsunami bisa saja melanda daerahnya lagi.

2.Ide / Konsep

Kita harus memiliki ide atau konsep yang mengekspresikan sudut pandang karya documenter tersebut.

Wawancara mungkin bisa membantu merumuskan suatu sudut pandang. Namun, waancara itu biasanya merupakan cara yang terlalu berat dan merepotkan dalam suatu documenter, untuk menyampaikan suatu gagasan.

Wawancara semata-mata tidak lantas menjadikannya sebuah documenter. Hal ini karena wawancara tidak menunjukkan topic, namun wawancara hanya menunjukkan orang yang sedang berbicara tentang suatu topic.

3.Struktur

Kita harus mempunyai struktur. Yaitu progresi gambar dan suara secara teratur, yang akan menarik minat audiens, dan menghadirkan sudut pandang dari karya documenter tersebut, sebagai sebuah argument visual.

Misalnya, film documenter The War Room, karya Chris Hegedus dan D.A. Pennebaker, tentang kampanye Bill Clinton tahun 1992, sebelum menjadi presiden AS.

Film ini dibuka dengan serangkaian gambar di daerah pemilihan New Hampshire. Tak ada wawacara dalam film itu.

Yang terlihat adalah interaksi-interaksi, yang menunjukkan apa yang terjadi pada kampanye Clinton saat itu.

Ketika menonton film itu, secara bertahap audiens melihat kampanye Clinton dan akhirnya berhasil mengatasi berbagai hambatan, dalam proses menuju kemenangan.

Hal ini membuat film documenter, atau feature, diawali dengan ide atau gagasan dan berakhir dengan paket yang siap ditayangkan untuk audiens.

Kita seharusnya memandang, pembuatan sebuah documenter pada dasarnya lebih merupakan problem komunikasi, yaitu bagaimana menyampaikan suatu pesan pada audiens. Bukan sebuah problem teknis (peralatan).

Ada berbagai macam film documenter, contohnya documenter perilaku yang menjadikan perilaku manusia sebagai objeknya.

Dengan adanya kamera dan peralatan perekam yang ringan, yang bisa dengan mudah dibawa ke mana saja, dimungkinkan bagi pembuat documenter untuk mengkuti orang dan mengamati perilaku mereka dalam film atau videotape.

Pada hari-hari awal sinema langsung (direct cinema), banyak dilm dibuat tentang orang biasa, yang menjalani kehidupan biasanya. Documenter perilaku sampai saat ini masih banyak dibuat oleh orang-orang.

Itulah penjelasan lengkap mengenai film documenter. Dari tujuan hingga unsur yang dibutuhkan dalam pembuatan film.  Kalian pernah nonton salah satu film documenter?

Fenomena Rokok di Indonesia, Film Dokumenter Yang Mengajarkan Bahayanya Merokok

Rokok merupakan sebuah masalah serius yang harus segera ditangani oleh Pemerintah, selain pemerintah, kesadaran masyarakat akan bahaya rokok serta dampak terhadap diri sendiri dan orang lain harus terus diberikan.

Hal ini berguna untuk dipahami dengan berbagai pendekatan, sehingga bisa dengan mudah dimengerti oleh semua kalangan masyarakat.

Film Lokal: Fenomena Rokok di Indonesia

Saat rokok memiliki banyak peran Sebagai sponsor utama untuk berbagai event-event besar di negara kita, di sinlah tanpa disadari penyalahgunaan rokok menjadi hal yang biasa bagi semua orang.

Iklan rokok juga bisa dengan mudah ditemukan dimana mana dan begitu memprihatinkan.

Saat kampanye anti rokok banyak dilakukan aktivis-aktivis anti rokok di negara Barat yang merupakan negara yang memperkenalkan rokok, di Inodnesia  justru ada banyak iklan rokok dengan ukuran besar.

Kini negara-negara barat di Amerika dan Eropa sadar akan bahaya rokok sehingga pemerintahnya pun mendukung kampanye anti rokok.

Di Amerika sendiri iklan rokok sudah dilangan di tempatkan di tempat umum, sangat berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di Indonesia.

Untuk mendukung kampanye tersebut, di kota New York harga rokok sengaja dijual dengan harga yang sangat mahal karena pajak yang diberikan untuk rokok sangat besar.

Sampai sekarang merokok di tempat umum d Amerika menjadi suatu hal yang memalukan bagi warga negaranya.

Dukungan pemerintah negara barat terhadap kampanye anti rokok inilah yang menyebabkan para pengusaha rokok di negara-negara tersebut melakukan ekspansi usahanya secara besar-besaran ke berbagai negara diluar negara mereka.

Target mereka adalah negara miskin dan negara berkembang yang memang memiliki kesadaran kurang akan bahaya rokok.

Metode pemasaran yang dilakukan di Amerika kini berhasil diterapkan di Indonesia dan mereka berhasil mengeruk untung di negeri kita.

Pilip Morris sebuah perusahaan rokok terbesar dan ternama di dunia membeli saham PT HM Sampoerna.

Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan rokok terbesar yang ada di Indonesia. Beberapa rokok yang dihasilkan oleh perusahaan bernama Philips Morris ini seperti Marlboro.

Perusahaan tersebut gencar melakukan penjualannya di Indonesia pasca menambah saham nya di HM Sampoerna tahun 2005 lalu.

di dalam film ini, digambarkan bahwa menjamurnya iklan rokok di Indonesia bukan hanya terdapat di kota-kota besar di Indonesia, namun sudah merambah ke desa-desa.

Metode pemasaran yang sama persis seperti yang dilakukan di negara-negara Eropa dan Amerika berpuluh tahun lalu.

Menyedihkan bagaimana anak kecil dan remaja yang seharusnya mencetak prestasi dan mengasah bakatnya malah kini asyik menikmati rokok seperti sebuah tradisi.

Orang tuanya juga dengan santainya tidak perduli dengan masa depan anak mereka. Beberapa anak menjawab dengan santai bahwa alasan merokok hanya untuk gaya, pergaulan, dan untuk disebut “Macho”? sebuah pemahaman yang tak masuk akal.

Peredaran rokok di negara ini juga dilegalkan untuk dibeli oleh anak-anak sekolah yang berumur kurang dari 18 tahun.

Dalam film tersebut ada seorang pedagang kaki lima yang menjual rokok tepat di depan sekolah bahkan pihak sekolah pun tak peduli.

Pedagang kaki lima tersebut juga mengakui bahwa yang paling banyak membeli adalah anak sekolah. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa perhatian pemerintah terhadap pengimpangan target pemasaran rokok tak ada sama sekali.

Sekitar 70% pria di Indonesia menghisap rokok, sebuah angka yang menakjubkan dan merupakan lahan yang sangat menguntungkan bagi sebuah industry rokok.

Tak heran industry rokok semakin melonjak dan semakin marak dengan keluarnya merek-merek baru.